Batik Khas Pegunungan Tomohon, Bawa Pulang Predikat Booth Favorit

SWARAMEDIA.COM – Ajang Bali ITTAF & Gebyar Kriya Nusantara 2025 di Mall Level 21 Denpasar menjadi panggung bagi ragam kerajinan terbaik dari berbagai daerah, namun salah satu yang paling mencuri perhatian datang dari Kota Tomohon. Mengusung Batik Tomohon sebagai ikon utama, stan Dekranasda Tomohon berhasil memikat pengunjung dan dewan penilai hingga diganjar Juara 2 Favorit untuk kategori booth terbaik.

Atmosfer pembukaan pameran pada 27 November terasa meriah. Dentang gong yang ditabuh menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang menghadirkan pelaku UMKM kriya, kuliner, fesyen, dan ekonomi kreatif dari berbagai kawasan Nusantara. Perwakilan pemerintah daerah dari sejumlah provinsi hadir untuk membuka ruang kolaborasi sekaligus menyaksikan langsung geliat kreativitas para perajin.

Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung disuguhi 20 stan dengan karakteristik berbeda, dari produk kriya beridentitas lokal hingga kuliner khas daerah. Di tengah keberagaman itu, kehadiran Batik Tomohon tampil sebagai warna unik dengan motif-motif bernuansa bunga, alam pegunungan Minahasa, dan karakter lokal yang selama ini menjadi ciri khas kota berjuluk City of Flowers.

Tak sedikit pengunjung yang berhenti untuk melihat lebih dekat bagaimana para perajin Tomohon mengolah ide lokal menjadi karya kontemporer. Interaksi itu menjadi bukti bahwa Batik Tomohon kian menemukan tempat dalam percaturan kriya nasional.

Kegiatan yang digelar oleh PT Aaliyah Cipta Pradana dengan dukungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali serta manajemen Mall Level 21 ini memang dirancang bukan sekadar pameran namun menjadi ruang bertemunya pelaku usaha kreatif lintas daerah dalam satu forum yang mendorong kolaborasi, membuka peluang pasar baru, sekaligus menghadirkan edukasi bagi publik.

Ketua Umum Dekranasda Tomohon, drg. Jean d’arc Senduk Karundeng, menyambut pencapaian ini dengan optimisme. Ia menilai penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga sinyal bahwa produk kreatif Tomohon memiliki daya saing kuat di panggung nasional. Ia berharap pameran seperti ini menjadi batu loncatan untuk memperluas pasar sekaligus mendorong penguatan kualitas UMKM di Tomohon.

Dengan torehan prestasi ini, Tomohon pulang dari Bali, bukan hanya membawa penghargaan, melainkan pengakuan bahwa Batik Tomohon layak berada di etalase kreatif Indonesia.