Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon, Rangkul Komunitas Pencinta Ketangkasan Ayam : Tegaskan Bukan Untuk Judi

TOMOHON-SM. Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon, Jeffri Hanny Polii, S.Ik (Jepol) akan mengambil langkah proaktif dengan merangkul komunitas pencinta ketangkasan ayam di Kota Tomohon melalui pembentukan sebuah wadah organisasi resmi. Upaya ini bertujuan untuk mengakomodasi hobi sekaligus meluruskan stigma negatif yang selama ini melekat pada aktivitas pemeliharaan ayam aduan, khususnya yang dikaitkan dengan praktik perjudian.

Kepada wartawan swaramedia.com, Selasa (8/7), Polii menegaskan bahwa inisiatif ini murni ditujukan untuk mendukung pelestarian budaya dan hobi, serta memberikan ruang yang terstruktur dan bertanggung jawab bagi para penghobi ketangkasan ayam.

“Kita ingin menegaskan bahwa komunitas ini bukan tempat untuk berjudi. Ini adalah ruang untuk berbagi pengetahuan, menjaga silaturahmi, dan membangun semangat kebersamaan dalam koridor yang sah dan positif,” ujar Jeffri.

Sejumlah anggota komunitas menyampaikan apresiasi atas dukungan legislatif terhadap hobi mereka. Namun, mereka juga menyampaikan harapan agar pemerintah dan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, dapat membedakan secara tegas antara kegiatan yang bersifat budaya dan hobi dengan praktik ilegal seperti sabung ayam berunsur taruhan.

“Kami hanya ingin menyalurkan hobi, belajar tentang perawatan ayam, teknik pelatihan, dan sejarahnya sebagai bagian dari budaya lokal. Harapan kami, jangan langsung dicap negatif. Semoga pemerintah dan kepolisian bisa memberikan pembinaan, bukan penindakan, selama kami berada di jalur yang benar,” kata Albert Sumendap, salah satu anggota komunitas dari Kelurahan Paslaten.

Chao, sapaan akrabnya, berharap adanya dukungan berupa fasilitas latihan dan pameran ternak unggas agar kegiatan mereka bisa terintegrasi dalam program-program pemkot, terutama yang berkaitan dengan UMKM, peternakan rakyat, dan pelestarian budaya lokal.

“Kalau bisa ada event tahunan seperti festival unggas atau kontes ayam aduan non-judi, itu bisa mengangkat potensi wisata juga. Kami siap berkontribusi asal difasilitasi dan dibina,” tambah Jhon Ampow, penggiat ayam aduan dari Tomohon Utara.

Jepol juga menjelaskan bahwa selain sebagai ruang aktualisasi hobi, komunitas ini juga dipandang berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Aktivitas pemeliharaan ayam aduan yang dilakukan secara legal dan terstruktur membuka peluang usaha bagi petani jagung lokal sebagai penyedia pakan, peternak burung puyuh sebagai pemasok pakan protein tambahan, serta pelaku usaha tanaman herbal yang digunakan dalam perawatan alami ayam aduan.

“Efek domino ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Kota Tomohon, dengan menghidupkan sektor pertanian, peternakan, dan pengolahan produk herbal secara berkelanjutan” ujarnya.

Jeffri Polii menambahkan bahwa sebagai representasi rakyat di DPRD, ia akan mendorong agar komunitas ini mendapat ruang dalam kebijakan pembinaan hobi dan ternak unggas. Ia juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan kegiatan komunitas ke depan.

“Kita ingin menghadirkan model komunitas yang tertib, sehat, dan edukatif. Dan tentu saja, kami mendorong pengawasan yang adil dan pembinaan yang bijak dari semua pihak,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, komunitas pencinta ayam aduan di Tomohon berharap dapat menjadi contoh positif bahwa hobi tradisional dapat berkembang secara modern, legal, dan produktif, selama ada niat baik dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. (sob)