TOMOHON-SM. Wali Kota Tomohon, Caroll J.A Senduk S.H, memimpin rapat koordinasi bersama seluruh camat dan lurah se-Kota Tomohon pada Kamis (24/7), dengan fokus pada evaluasi kinerja perangkat wilayah serta kesiapan menghadapi berbagai program strategis, termasuk Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025.
Dalam rapat yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kota Tomohon itu, Wali Kota Senduk menyoroti sejumlah aspek krusial yang berkaitan dengan pelayanan publik dan optimalisasi program pemerintah daerah. Ia secara tegas menekankan pentingnya kedisiplinan waktu serta responsivitas aparatur dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat, khususnya melalui layanan hotline WhatsApp CSR. Kanal aduan ini, menurutnya, harus terus disosialisasikan agar semakin banyak warga yang mengaksesnya secara aktif.
Terkait program bantuan sosial, terutama bantuan beras, Wali Kota mengungkapkan masih ditemukannya data penerima yang tidak sesuai di sejumlah wilayah. Untuk itu, ia menginstruksikan dilaksanakannya musyawarah lingkungan guna melakukan verifikasi langsung di lapangan.
“Kita harus benar-benar hadir dan peduli kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai bantuan salah sasaran,” ujar Caroll dengan nada serius.
Ia juga meminta perhatian lebih terhadap pemenuhan gizi bagi ibu hamil sebagai langkah konkret pencegahan stunting. Di samping itu, program Jumat Bersih serta gerakan pemilahan sampah di tingkat kelurahan dan kecamatan diminta untuk terus digalakkan demi menciptakan lingkungan kota yang bersih dan sehat.
Menjelang pelaksanaan TIFF 2025 yang dijadwalkan pada 8–12 Agustus mendatang, Wali Kota mengingatkan seluruh lurah untuk menjaga keindahan lingkungan, termasuk merawat bunga-bunga di sepanjang jalan. Ia juga mengimbau warga agar menanam tiang bunga hidup di depan rumah masing-masing, bukan menggunakan bunga plastik, demi memperkuat citra estetika kota.
Dalam aspek kinerja, Wali Kota mengeluarkan peringatan keras terhadap lurah yang tidak mampu memenuhi target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Lurah yang gagal mencapai target tersebut, ditegaskannya, tidak akan menerima Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP). Para camat diminta turut aktif mendorong upaya pencapaian target tersebut di wilayah masing-masing.
“TIFF bukan sekadar festival. Ini adalah etalase Kota Tomohon di mata nasional dan dunia. Kita harus bersama-sama memastikan suksesnya acara ini,” kata Caroll, sembari mengingatkan bahwa jabatan publik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Mengakhiri arahannya, Wali Kota mengeluarkan ultimatum bagi aparatur yang tidak menjalankan tugas dengan baik. “Kalau tidak mau kerja, sampaikan saja. Nanti kita cari pengganti yang siap bekerja,” tegasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Tomohon, Drs. O.D.S. Mandagi, Kepala Dinas Sosial Thomly Lasut, serta Kepala Dinas Pangan Novi Kainde. (sob)