TOMOHON-SM. Sabtu (20/9) pagi, kawasan Seminari Kakaskasen, Tomohon, dipenuhi semangat ribuan ibu-ibu anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang datang dari 55 cabang se-Sulawesi Utara. Mereka berkumpul untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-75 WKRI Provinsi Sulut, sebuah momentum yang sarat kebersamaan dan syukur.
Acara ini diprakarsai oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) WKRI Sulawesi Utara.
Perayaan diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin langsung Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, didampingi para pastor. Suasana misa berlangsung khidmat, menghadirkan doa syukur atas 75 tahun perjalanan panjang WKRI yang terus setia berkarya di tengah Gereja dan masyarakat.

Usai misa, ribuan peserta langsung berbaris rapi mengikuti Lomba Defile. Setiap cabang menampilkan hasil kerajinan khas daerah masing-masing, sambil mengibarkan baliho bertema: “Menjalin Kebersamaan, Membangun Semangat Kasih, Mewujudkan Solidaritas Sosial dan Kepedulian.”
Rute defile dimulai dari Seminari Kakaskasen, melintasi Kakaskasen Dua hingga Kakaskasen Satu, lalu kembali finish di seminari. Barisan diatur rapi hanya tiga banjar, memberi ruang bagi pengguna jalan lain. Sepanjang perjalanan, yel-yel semangat menggema, walau hanya diberi waktu 2–3 menit di depan panggung utama.
Peserta tampil penuh kreasi, membawa papan nama cabang, alat peraga, hingga atribut budaya. Tepuk tangan penonton menambah kemeriahan, menjadikan defile bukan sekadar lomba, melainkan parade kebersamaan.

Kemeriahan berlanjut di Festival Tari Selendang Biru. Setiap gerak tarian menjadi simbol sukacita dan persaudaraan, selendang biru berkibar mengikuti irama musik.
Tak ketinggalan, sejumlah cabang menghadirkan atraksi cakalele, seperti Cabang Laikit, St. Josep Pelindung Pekerja Manado, Sta. Ursula Watutumou, St. Antonius Padua Taratara, St. Antonius Kali, Katedral Hati Tersuci Maria Manado, St. Antonius Airmadidi, hingga St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen sebagai tuan rumah. Suasana semakin hidup, penuh energi dan warna.
Menariknya, HUT kali ini juga diwarnai dengan partisipasi kelompok tani binaan WKRI. Hadir antara lain Kelompok Tani Kulon Garden (Cabang Laikit), Kelompok Wanita Tani Maesa-Esaan PPUK Tataaran, Kelompok Tani Laudato Si’ (Katedral Manado), serta Kelompok Tani Mandiri (Cabang Mangaran).

Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pula deklarasi kelompok tani, menegaskan komitmen WKRI dalam mendukung kemandirian pangan, kelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis komunitas.
Perayaan ini menjadi bukti nyata semangat WKRI yang tidak pernah padam. Dari misa, defile, tarian, hingga deklarasi kelompok tani, semua berpadu menjadi satu dengan membawa pesan kuat, WKRI hadir bukan hanya untuk Gereja, tetapi juga bagi masyarakat dan alam sekitar.
HUT ke-75 WKRI Sulut pun menjadi momentum refleksi, bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah warisan yang harus terus dijaga. Dari Kakaskasen, semangat ini diharapkan menyebar ke seluruh pelosok Sulawesi Utara, bahkan lebih luas lagi. (jem)