Komite SMU Karitas Belum Bahas Kembali Penerimaan MBG dari SPPG Kolongan Satu

TOMOHON-SM. SPPG Kolongan Satu yang merupakan salah satu dapur penyalur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tomohon, kini kembali beroperasi setelah sebelumnya sempat menjadi sorotan akibat insiden dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa penerima manfaat program tersebut beberapa waktu lalu.

Meski aktivitas dapur penyalur telah berjalan kembali, pihak sekolah penerima manfaat masih menunggu kejelasan terkait penyebab kejadian tersebut. Ketua Komite Sekolah SMU Karitas Tomohon, Otniel Tuandali, S.Pd., DEA, saat diwawancarai wartawan swaramedia.com pada Selasa (21/4), menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak komite belum melakukan pembahasan resmi bersama pihak sekolah terkait rencana kelanjutan penerimaan distribusi MBG dari SPPG Kolongan Satu.

Menurut Otniel, yang menjadi perhatian utama orang tua siswa saat ini adalah belum adanya penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti insiden keracunan yang terjadi sebelumnya. Ia menilai transparansi informasi sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan orang tua terhadap program tersebut.
“Kami dari komite sekolah sampai sekarang belum menerima penjelasan resmi terkait penyebab kejadian yang lalu. Orang tua siswa tentu masih menunggu kejelasan sebelum ada keputusan apakah program MBG dari dapur tersebut akan diterima kembali atau tidak,” ujarnya.

Otniel juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak komite belum menyampaikan informasi lanjutan kepada orang tua siswa karena masih menunggu hasil koordinasi internal bersama pihak sekolah. Pembahasan tersebut rencananya akan melibatkan pimpinan sekolah, guru, serta perwakilan orang tua siswa agar keputusan yang diambil nantinya merupakan hasil kesepakatan bersama.

Lebih lanjut, Otniel mengakui bahwa sebagian besar orang tua siswa masih merasakan trauma akibat kejadian sebelumnya. Hal ini dinilai wajar mengingat program MBG menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa sebagai penerima manfaat utama.
“Kami memahami kekhawatiran orang tua. Sampai sekarang masih ada rasa trauma. Apalagi belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kejadian tersebut. Karena itu, keputusan ke depan harus melalui pembahasan bersama,” tambahnya.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pihak penyelenggara program, sekolah, dan orang tua siswa menjadi kunci penting untuk memastikan keberlanjutan program MBG dapat berjalan dengan aman dan dipercaya masyarakat. Ia berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, pihak komite sekolah juga berencana menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan pihak sekolah dalam waktu dekat guna membahas langkah yang akan diambil terkait distribusi MBG ke SMU Karitas Tomohon. Hasil pertemuan tersebut nantinya akan menjadi dasar keputusan apakah sekolah akan kembali menerima penyaluran makanan dari SPPG Kolongan Satu atau menunggu evaluasi lebih lanjut dari pihak penyelenggara program. (red)