TOMOHON-SM. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Tomohon menggelar konsolidasi internal melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak sebagai bagian dari upaya penguatan struktur organisasi partai hingga ke tingkat paling bawah.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tomohon, Carol Senduk, di Kelurahan Kakaskasen Dua, Kecamatan Tomohon Utara, Selasa (12/5/2026), itu dihadiri langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, bersama jajaran pengurus partai tingkat provinsi, kota, kecamatan hingga kelurahan.
Musancab tersebut menjadi momentum strategis bagi partai berlambang banteng moncong putih itu dalam merapikan sekaligus memperkuat mesin politik menjelang berbagai agenda politik nasional maupun daerah dalam lima tahun ke depan.
Salah satu kader PDI Perjuangan yang juga Anggota DPRD Kota Tomohon, Feky Rumondor, menjelaskan bahwa agenda konsolidasi tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Kongres ke-6 PDI Perjuangan yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada 1–2 Agustus 2025 lalu.
Menurut Rumondor, kongres nasional partai mengusung tema “Satyam Eva Jayate” yang memiliki makna “Bergerak Bersama dan Satu Rampak Barisan”, sebuah semangat persatuan dan soliditas kader dalam memperkuat perjuangan politik partai di seluruh tingkatan.
“Musancab ini merupakan implementasi langsung dari amanat Kongres Nasional ke-6 PDI Perjuangan di Bali. Konsolidasi ini tidak hanya sebatas pembenahan struktur, tetapi juga memperkuat soliditas kader serta kesiapan partai menghadapi agenda politik ke depan,” ujar Rumondor kepada wartawan swaramedia.com.
Feky menuturkan, proses konsolidasi mencakup seluruh tingkatan kepengurusan partai, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), ranting hingga anak ranting di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, hasil konsolidasi tersebut akan menjadi fondasi organisasi partai untuk lima tahun mendatang.
“Hasil dari konsolidasi ini akan berlaku untuk lima tahun ke depan. Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kinerja mesin partai dalam menjalankan amanat rakyat, terlebih PDI Perjuangan saat ini merupakan kekuatan politik yang memiliki posisi penting baik di tingkat pusat maupun daerah,” katanya.

Rumondor menambahkan, penguatan struktur partai menjadi bagian penting dalam memastikan efektivitas kerja politik di lapangan, termasuk menjaga komunikasi antara kader partai dan masyarakat tetap berjalan optimal.
Selain itu, konsolidasi juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan partai menghadapi berbagai kontestasi politik mendatang, mulai dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tingkat provinsi dan kabupaten/kota, hingga Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif.
“Penguatan struktur ini tentu memiliki hubungan erat dengan strategi pemenangan partai dalam berbagai agenda politik ke depan. Karena itu, konsolidasi organisasi harus berjalan solid dan terukur,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan Musancab tersebut, seluruh proses disebut berlangsung dengan mekanisme demokratis terpimpin sesuai dengan aturan dan garis organisasi partai.
Agenda konsolidasi sendiri mencakup kepengurusan PDI Perjuangan di lima kecamatan se-Kota Tomohon, dengan melibatkan seluruh unsur partai dari tingkat PAC hingga ranting di 44 kelurahan.
Kehadiran Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, dinilai menjadi penegasan pentingnya agenda tersebut bagi konsolidasi internal partai di daerah.
Selain memberikan arahan kepada kader, konsolidasi itu juga menjadi ruang evaluasi terhadap efektivitas kerja organisasi partai di tingkat akar rumput, terutama dalam menjaga loyalitas kader dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Musancab ini sekaligus memperlihatkan keseriusan PDI Perjuangan dalam menjaga konsolidasi internal sebagai modal utama menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
“Dengan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat lingkungan, kami berharap mampu membangun kerja politik yang lebih efektif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta tetap menjaga semangat gotong royong sebagai identitas utama perjuangan partai” tutup Rumondor. (sob)