MANADO–SM. Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA) Angkatan VI binaan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara resmi membentuk dan menetapkan kepengurusan Koperasi Petani Unggul “Matuari Agro Waya” dalam kegiatan yang digelar di Luwansa Hotel and Convention Center, Manado, Jumat (26/6/2026).
Pembentukan koperasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan anggota melalui pengelolaan usaha secara kolektif, profesional, dan berkelanjutan.
Dalam musyawarah pembentukan pengurus, peserta secara mufakat menetapkan Jener Solang asal Kota Tomohon sebagai Ketua Koperasi. Sementara jabatan Sekretaris dipercayakan kepada Glend Runturambi dari Kabupaten Minahasa Selatan, Bendahara dijabat Heart Muaya dari Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Denny Kalangi asal Kabupaten Minahasa ditetapkan sebagai Penasihat.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Jener Solang menyampaikan optimisme terhadap masa depan koperasi yang dibentuk oleh para petani unggulan tersebut. Menurutnya, keberadaan Koperasi Matuari Agro Waya akan menjadi kekuatan baru dalam membangun sinergi antarpetani di Sulawesi Utara.
“Dengan terbentuknya Koperasi Petani Unggul Sulawesi Utara Angkatan VI binaan Bank Indonesia, saya optimistis 25 sumber daya manusia yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara dapat bersatu membangun sektor pertanian yang lebih maju. Koperasi ini akan menjadi wadah kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung program pemerintah sesuai amanat Presiden dalam mempercepat pembangunan ekonomi, khususnya di Sulawesi Utara,” ujar Jener Solang saat diwawancarai wartawan swaramedia.com.
Ia menambahkan, koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi, tetapi menjadi instrumen penting dalam membangun kemandirian petani.
“Melalui koperasi, para anggota diharapkan mampu memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, teknologi pertanian, pengolahan hasil panen, hingga jaringan pemasaran yang lebih kompetitif sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal” tandas ‘tuama’ asal kelurahan Kumelembuai itu.
Kegiatan pembentukan koperasi tersebut turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Tjokro Bagus Sinarjo, M.Pd., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas petani binaan. Kehadiran Bank Indonesia menunjukkan komitmen dalam mendorong pengembangan sektor pertanian melalui pemberdayaan sumber daya manusia dan pembentukan kelembagaan ekonomi yang kuat.
Terbentuknya Koperasi Petani Unggul Matuari Agro Waya diharapkan menjadi tonggak baru bagi para alumni PATUA Angkatan VI untuk terus berkolaborasi, menciptakan inovasi, serta memperkuat daya saing sektor pertanian Sulawesi Utara. Dengan semangat gotong royong dan profesionalisme, koperasi ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (sob)