TOMOHON-SM. Bulan Oktober dihormati oleh umat Katolik sebagai bentuk penghormatan kepada Santa Perawan Maria yang dikenal dengan bulan Rosario. Selama satu bulan penuh, umat Katolik melaksanakan Doa Rosario secara pribadi ataupun secara kelompok.


Mengakhiri Bulan Rosario ini, Minggu 27 Oktober 2024, Umat Katolik Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow melaksanakan Rally Rosario.


Sebanyak 9 wilayah rohani yang terdiri 8 wilayah rohani dari stasi Kebangkitan Kristus Kinilow dan 1 wilayah rohani dari stasi Antonius De Padua Wailan berpartisipasi dalam kegiatan yang merupakan tradisi Gereja Katolik untuk mengajak umat Katolik mendaraskan doa rosario dan berdevosi kepada Bunda Maria.



Dibuka oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Noldy Karamoy Pr, Rally Rosario kali ini menempuh jarak kurang lebih 2 Km, dimulai dari Seminari Kakaskasen dan berakhir di Gereja Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow.


Berlangsung khusyuk dan penuh khidmat, peserta rally berjalan dengan menampilkan sosok Bunda Maria bersama ornamen rohani, dan menyanyikan lagu Maria sambil berdoa selama Rally Rosario berlangsung.


Kegiatan Rally diakhiri dengan perayaan Misa di Gereja Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow yang dipimpin oleh Pastor Noldy Karamoy Pr.


Ketua Panitia Rally Rosario Petrus Kilis menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah mengambil bagian dalam kegiatan ini.


“Melalui kegiatan ini tidak hanya kebersamaan dan kreatifitas para peserta saja yang akan terbangun, namun juga aspek kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial dari seluruh umat juga dapat terbangun” ungkap Kilis sembari meminta maaf kepada para pengguna ruas jalan Kakaskasen atas kemacetan yang terjadi dampak dari pelaksanaan kegiatan Rally.
Ketua Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow, Feny Sanggor juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah berupaya lewat kerja keras, demi terselenggaranya kegiatan ini.


“Seperti apapun hasil kegiatan ini, namun sejatinya pengalaman Iman adalah hal yang paling utama yang kita dapatkan lewat kegiatan ini. Rasa letih dan lelah itu sudah pasti dirasakan setiap peserta yang berjalan kaki dari lokasi start hingga finish. Namun itu akan menjadi pengalaman indah bersama Bunda Maria yang tidak akan pernah dilupakan, dan kegiatan ini telah menyuguhkan suasana keakraban antar sesama umat” tandasnya.
PENULIS : Jemmy Mokoagouw.