TOMOHON-SM. Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, S.H., kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya di tengah aktivitas pemerintahan. Dalam perjalanan dinas dari Manado menuju Tomohon, Minggu (3/8), Wali Kota secara spontan turun tangan membantu korban kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Raya Tomohon–Manado, tepatnya di sekitar jembatan lingkar perbatasan Kelurahan Kinilow dan Kakaskasen Satu.
Peristiwa tersebut melibatkan kendaraan roda dua dan roda empat. Seorang pengendara motor perempuan asal Tombatu menjadi korban dan mengalami luka cukup serius, tergeletak di badan jalan tanpa pertolongan saat iring-iringan kendaraan dinas Wali Kota melintas.
Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Caroll segera memerintahkan tim Patwal untuk menghentikan kendaraan dan mengambil tindakan cepat. Tim pengawal, dipimpin Aiptu Melky Rotikan bersama Aipda Jami Kauwoh, langsung mengamankan lokasi dan membawa korban menggunakan mobil Patwal ke RS Bethesda Tomohon untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah memastikan korban tertangani, Wali Kota melanjutkan perjalanan dinas tanpa pengawalan, guna memenuhi agenda pemerintahan yang telah terjadwal.
Tindakan cepat dan sigap Wali Kota tersebut menuai pujian dari warga sekitar. Mereka mengapresiasi kepemimpinan yang responsif dan tidak segan turun langsung membantu masyarakat, bahkan di luar urusan formal pemerintahan.
“Pak Wali memang selalu tanggap dan tidak membeda-bedakan. Meski dalam perjalanan dinas, beliau tetap berhenti dan membantu. Itu patut dihargai,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.
Langkah yang diambil Caroll Senduk memperlihatkan wajah kepemimpinan yang tidak hanya administratif dan simbolis, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat. Dalam konteks kepemimpinan publik, tindakan seperti ini memperkuat legitimasi moral seorang kepala daerah. Ia tidak hanya menjalankan tugas birokratis, tetapi menunjukkan kepekaan sosial dan tanggung jawab kemanusiaan yang menjadi nilai penting dalam membangun kepercayaan publik.
Respons spontan ini sekaligus mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang humanis, di mana kehadiran pemerintah dirasakan langsung oleh warga dalam situasi-situasi kritis. Hal ini patut menjadi contoh bagi pejabat publik lainnya. (sob)