Direktur PDAM Tomohon: TIFF Bukan Sekadar Parade, Ini Investasi Jangka Panjang untuk Daerah

TOMOHON-SM. Kritik terhadap pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025 yang ramai beredar di media sosial mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran BUMD Kota Tomohon. Direktur PDAM Kota Tomohon, Adrian Ngenget, menyayangkan beredarnya opini yang menyebut bahwa TIFF tidak bermanfaat bagi masyarakat dan hanya menguntungkan pihak tertentu.

Dalam keterangannya kepada media, Rabu (23/7) Adrian Ngenget menegaskan bahwa TIFF adalah investasi sosial dan ekonomi jangka panjang yang tidak bisa diukur hanya dari satu sisi.

“TIFF bukan sekadar parade bunga. Ini adalah momen strategis untuk memperkenalkan Kota Tomohon ke dunia. Efek dominonya sangat besar dari kunjungan wisatawan, peningkatan kebutuhan infrastruktur, hingga perputaran ekonomi lokal yang terus bergerak,” ujar Ngenget.

Menurutnya, sektor utilitas seperti PDAM pun ikut terdorong untuk terus berbenah menghadapi peningkatan aktivitas kota saat festival berlangsung. Permintaan layanan air bersih meningkat, baik dari hotel, rumah makan, maupun lokasi-lokasi usaha UMKM.

“Kami di PDAM justru melihat TIFF sebagai tantangan positif. Artinya, kota ini tumbuh, ada pergerakan ekonomi, ada kebutuhan layanan publik yang meningkat. Dan itu mendorong kami untuk meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Boy sapaan akrab Direktur PDAM juga menyebutkan bahwa keberadaan TIFF telah mendorong kolaborasi antarlembaga di daerah, baik pemerintah, BUMD, hingga masyarakat umum, untuk menciptakan Tomohon yang lebih siap dan tertata sebagai kota tujuan wisata.

“Kalau kita hanya melihat TIFF dari sisi keramaian saja, kita keliru. Di balik itu ada kerja besar, termasuk pembangunan infrastruktur dasar yang terus dipacu. TIFF adalah bagian dari perjalanan panjang menjadikan Tomohon sebagai kota yang maju dan mandiri,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi pesimistis yang tidak konstruktif. Menurutnya, keterlibatan dan dukungan masyarakat justru menjadi kunci agar pelaksanaan TIFF benar-benar berdampak langsung ke akar rumput.

“Mari kita sukseskan TIFF 2025 dengan semangat gotong royong. Kritik boleh, tapi mari kita bicara dengan data dan fakta, bukan asumsi. Kota ini milik kita semua,” tutup Adrian Ngenget. (sob)