TOMOHON-SM Dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat, Kadis Kesehatan Kota Tomohon, John Denny Lumopa, memberikan himbauan terkait maraknya virus Chikungunya di wilayah tersebut.
Virus yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, yang juga penyebar Demam Berdarah Dengue dan Virus Zika, menjadi perhatian serius.
Menurut Lumopa, virus Chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk pembawa virus tersebut. Gejalanya dapat bervariasi, termasuk demam tinggi hingga 39°C, ruam kemerahan, nyeri otot dan sendi, hingga kelelahan. Meskipun tidak memerlukan pengobatan khusus, gejala ini dapat berlangsung selama 1-2 minggu, bahkan lebih.
Untuk mencegah penyebaran virus ini, Kadis Kesehatan Tomohon menyarankan tindakan pencegahan seperti pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa menampung air.
Tindakan tambahan seperti menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, serta menggunakan obat anti-nyamuk juga disarankan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memasang kawat anti-nyamuk di jendela dan ventilasi rumah, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, menghentikan kebiasaan menggantung pakaian di ruang terbuka, memperbaiki saluran air yang tidak lancar, dan bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar.
Pencegahan dianggap lebih baik daripada mengobati, sehingga langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko penularan virus Chikungunya di Tomohon.
Demikianlah informasi yang disampaikan oleh Kadis Kesehatan Kota Tomohon, sebagai upaya bersama untuk melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman virus Chikungunya. (sob)