Kredibilitas Kadis Perindag Dipertanyakan, Ada Apa?

Sangihe, SMC – Langkah Pemerintah Daerah yang dalam bentuk penyaluran bantuan- bantuan kepada Masyarakat yang kurang Mampu sepertinya dinilai kurang tepat dan bisa menyebabkan Inflasi Oleh Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (DISPERINDAG) Daerah Sangihe, Abdul Rifai Mahdang.

Hal itu terkuak setelah salah satu Jurnalis di hadapan Kadis Perindag, menyinggung tentang persoalan pasar modern Trikora Tahuna yang hingga saat ini belum beroperasi secara full ditengah berbagai usaha Pemda dan masyarakat sangihe dalam menghadapi inflasi.

“Penyebab Inflasi itu bukan hanya karena Operasi pasar. Jangan lupa, bantuan- bantuan dari Pemda kepada masyarakat disetiap pertemuan selalu diberikan bantuan, sehingga mereka sudah tidak ingin lagi berbelanja di warung setelah menerima bantuan”, Ujar Mahdang didepan sejumlah awal media beberapa waktu lalu.

Disementara itu, Kabupaten Sangihe dibawah Kepemimpinan Penjabat Bupati (Pj) Rinny Tamuntuan sedang mempersiapkan diri untuk pengendalian inflasi dengan melakukan berbagai program seperti Mahi’e Mesuang, Program sosial yang langsung menyentuh warga.

Namun miris rencana dan program yang sudah terencana oleh Pemda Sangihe untuk memberikan bantuan, malah dinilai membawa dampak Inflasi pada kebutuhan pokok masyarakat oleh Kadis Perindag, Rifai Mahdang.

Salah seorang masyarakat penerima bantuan yang tidak ingin disebutkan namanya ketika dimintai tanggapan terkait pernyataan “Menusuk”  dari Kadis Perindag merasa kecewa sambil mempertanyakan kredibilitas Mahdang sebagai Pejabat di Jajaran Pemda Sangihe.

Sampai saat berita ini diturunkan, Kadis Perindag tidak merespon ketika dihubungi via WhatsApp oleh wartawan untuk mengklarifikasi pernyataannya.

(R i j a n y)