SWARAMEDIA-MANADO. Selain didesak untuk diproses secara hukum, aksi membabi buta dan tidak terpuji yang dilakukan NW alias Noldy warga kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon yang belakangan diketahui menyandang status sebagai seorang pelayan khusus (Pelsus GMIM) dinilai sudah mencoreng wibawa jemaat dan GMIM secara institusi.
Jika kondisi ini dibiarkan tanpa tindakan disiplin gereja, maka fenomena ini bisa mengancam kepercayaan jemaat terhadap GMIM secara kelembagaan. “Tata Gereja GMIM tahun 2021 sudah jelas mengatur bahwa, pelsus yang terlibat dengan persoalan pidana dan sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh pihak berwajib (Kepolisian maupun Jaksa), maka yang bersangkutan harus dinon-aktifkan dari pelsus sambil menunggu keputusan yang bersifat tetap dan mengikat dari pengadilan,” cetus Yehezkiel Lairah, S.Sos., MAP, salah satu pelsus di rayon Manado.
Ketua salah satu lembaga pemantau pemerintahan di Sulut ini mengatakan, BAP soal penetapan tersangka kepada NW alias Noldy sebaiknya ikut menjadi dokumen laporan dari korban kepada BPMS GMIM melalui Wakil Ketua Bidang Hukum & HAM maupun Wakil Ketua Bidang Pembinaan & Pengembalaan Sinode GMIM. “Silahkan di bawah ke sana (maksudnya, Sinode GMIM di Tomohon,red). Saya yakin, NW akan di nonaktifkan dari jabatan sebagai pelayan khusus dan kasusnya sudah pasti akan berlanjut di polres Tomohon,” saran Lairah.
Meskipun tidak membaca BAP dari pihak kepolisian, namun, di Indonesia kata Lairah haram hukumnya untuk bertindak sema-mena. “Kasihan korban. Jika, salah satu organ tubuhnya mengalami cacat permanen, apakah pelaku bisa bertanggung-jawab,” cetus Eky, sapaan akrab aktifias pemantau kegiatan pemerintahan dan korupsi di Sulut ini.
Sebelumnya diketahui berdasarkan pengakuan korban, kronologisnya bermula dari kecelakaan lalulintas yang terjadi di ruas jalan kelurahan Rurukan, dimana kendaraan yang dikendarai JM alias Jemmy bersenggolan dengan kendaraan lain. Saat itu, JM turun dari kendaraan dan kemudian berdiskusi menyelesaikan masalah secara damai dengan pengemudi kendaraan yang sama-sama mengalami kecelakaan tersebut.
Menyadari telah terjadi kemacetan, JM berbalik menuju kendaraannya dengan tujuan untuk lebih menepikan kendaraannya agar kemacetan berkurang. Saat berjalan menuju kendaraanya, warga Rurukan NW alias Noldy bersama istrinya melintas dengan mengendarai sepeda motor. Dikesempatan itu, NW menegur JM karena menganggap kendaraan milik JM sebagai penyebab kemacetan.
Mendapat terguran itu, JM kemudian merespon dengan meminta agar bersabar karena baru akan pergi untuk lebih mebnepikan kendaraannya. Akan tetapi jawaban itu sepertinya tidak diterima oleh NW. Terbukti, NW kemudian turun dari motornya dan langsung menuju ke JM.
Melihat itu, JM merasa ada gelagat tidak baik dan jadi waspada sambil menyambut NW. Imbasnya terjadi adu mulut antara JM dan NW, namun tidak terjadi kontak fisik. Karena banyaknya orang yang melerai, termasuk isteri NW dan adu mulut akhirnya berakhir setelah NW beranjak menjauh.
Merasa jika perselisihan dengan NW sudah selesai, dan tanpa ada prasangka apa-apa JM kemudian kembali menemui pengemudi kendaaraan yang bersenggolan dengannya. Dan dikala sementara berdiskusi, NW yang juga berstatus pelayan gereja sebagai penatua, kembali mendatangi JM secara diam-diam dan langsung memukul kepala JM arah belakang oleh NW. Serangan tiba-tiba yang tepat mengenai mata sebelah kiri membuat JM langsung pingsan. Dampaknya, JM mengalami pendarahan yang keluar dari hidung, dan juga menyebabkan mata kirinya lebam hingga membuatnya kesulitan untuk melihat karena tertutup bengkak.“Dia (NW,red) tegur saya karena macet, saya jawab sabar. Tapi dia langsung turun dari motor dan datang ke saya. Lihat itu, Jadi saya langsung waspada karena menduga dia akan menyerang saya. Dan benar saja, saat berhadapan dia langsung mencak-mencak. Saat terjadi adu mulut, saya bertanya bapak mau pukul saya. Mendengar itu dia langsung meronta. Karena situasi makin panas, saya mengatakan coba bapak pukul saya (coba ngana pukul pa kita). Saat itu istrinya berusaha melerai, hingga akhirnya dia pergi. Setelah itu, saya merasa masalah dengan dia sudah selesai, dan ingin segera menuntaskan urusan sopir kendaraan yang besenggolan. Tapi saat sementara bercerita, dan tanpa saya duga dia ternyata sudah ada dibelakang saya dan langsung memukul saya. Selanjutnya, saya sudah tidak tahu apa-apa lagi karena sudah pingsan,” jelas Jemmy. (Red)
You must be logged in to post a comment.