Manajemen PDAM Tomohon Catat Kinerja Positif Tangani Gangguan Distribusi Air

TOMOHON-SM. Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon mencatat kinerja positif dalam merespons berbagai keluhan masyarakat terkait gangguan distribusi air bersih. Mulai dari air tidak mengalir hingga kebocoran pipa, seluruh laporan yang masuk selama satu tahun terakhir berhasil ditangani dalam batas waktu maksimal 2×24 jam.

Sepanjang tahun 2025, PDAM Kota Tomohon menerima lebih dari dua ribu aduan pelanggan yang sebagian besar berkaitan dengan jaringan distribusi air. Rata-rata, sekitar 200 laporan masuk setiap bulan dan langsung ditindaklanjuti oleh tim teknis di lapangan.

Direktur Utama PDAM Kota Tomohon, Adrian Ngenget, SE, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah laporan justru mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan PDAM. Selain menunggu laporan pelanggan, tim teknis juga secara aktif melakukan pengecekan dan identifikasi gangguan di sejumlah titik jaringan pipa.

“Setiap keluhan yang kami terima, baik dari pelanggan maupun hasil temuan di lapangan, ditangani sesuai standar pelayanan, yakni maksimal dalam waktu 2×24 jam,” ujar Adrian kepada mediasulut, akhir pekan lalu.
Ia menambahkan, PDAM Kota Tomohon akan menghadapi tantangan baru pada tahun 2026 dengan menyiapkan berbagai terobosan peningkatan layanan. Salah satunya melalui rencana peluncuran program khusus bagi pelanggan baru dengan sistem jaringan yang lebih modern dan efisien.

“Ke depan, kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan ikut menjaga jaringan distribusi. Hal ini penting agar pasokan air tetap berkelanjutan dan distribusi dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

PDAM Kota Tomohon turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan setiap gangguan yang ditemukan, sekaligus bersama-sama menjaga fasilitas distribusi air demi kenyamanan dan kepentingan bersama.
Dengan capaian tersebut, PDAM optimistis kualitas pelayanan air bersih di Kota Tomohon akan terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkesinambungan. (sob)