TOMOHON-SM. Kaum Bapak Katolik (KBK) St. Mikhael Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow menggelar Misa dalam rangka pesta pelindung kaum bapak, Santo Mikhael, Selasa (29/9/2026).
Misa yang berlangsung penuh khidmat tersebut dilaksanakan di rumah keluarga Pangalila – Kilis, yang berlokasi di Kelurahan Kinilow Satu, Lingkungan VI.
Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Pastor Noldy Karamoy, Pr. Misa dihadiri para anggota KBK St. Mikhael bersama keluarga serta umat yang turut mengambil bagian dalam perayaan tersebut.
Dalam homilinya, Pastor Noldy mengajak umat untuk meneladani sosok Santo Mikhael, yang dalam tradisi Gereja dikenal sebagai malaikat agung dan pelindung dalam perjuangan melawan kejahatan.
Menurutnya, sosok Santo Mikhael tidak hanya perlu dipandang sebagai simbol keberanian, tetapi juga sebagai teladan bagi umat untuk berdiri teguh dalam iman dan memperjuangkan kebenaran.
“Menjadi seorang bapak dalam keluarga bukan hanya tentang menjadi pencari nafkah. Seorang bapak juga dipanggil untuk menjadi pelindung, pemimpin dan teladan iman bagi keluarganya. Karena itu, semangat Santo Mikhael hendaknya menjadi inspirasi bagi para bapak untuk berani berdiri di pihak yang benar, melindungi keluarga dan tetap setia kepada Tuhan,” pesan Pastor Noldy dalam homilinya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan kehidupan keluarga saat ini semakin kompleks. Karena itu, para bapak Katolik diharapkan tidak hanya kuat secara fisik maupun ekonomi, tetapi juga memiliki kekuatan rohani sehingga mampu menjadi penopang kehidupan keluarga.
“Perjuangan seorang bapak tidak selalu terlihat. Ada perjuangan dalam pekerjaan, dalam keluarga, dalam mendidik anak-anak dan dalam mempertahankan kehidupan iman. Semua itu adalah bagian dari panggilan,” tutup Pastor Noldy.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua KBK St. Mikhael menegaskan bahwa perayaan pesta pelindung bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi kesempatan bagi para bapak untuk kembali menyadari panggilan dan tanggung jawab mereka di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat.
Ia mengangkat kembali semboyan KBK, “Pro Familia, Pro Ecclesia et Patria”, yang berarti “Untuk Keluarga, Untuk Gereja dan Untuk Tanah Air.”
Menurutnya, semboyan tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi kata-kata yang terpampang dalam berbagai kegiatan KBK.
“Pro Familia berarti kita hadir dan bertanggung jawab bagi keluarga. Pro Ecclesia berarti kita mengambil bagian dalam kehidupan dan pelayanan Gereja. Sedangkan Pro Patria mengingatkan kita bahwa sebagai umat Katolik, kita juga memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui perayaan pesta pelindung Santo Mikhael dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan bagi seluruh anggota KBK.
“Kiranya melalui perayaan ini, kita semakin kompak, semakin kuat dalam iman dan semakin mampu memberikan teladan, bukan hanya bagi keluarga kita, tetapi juga bagi Gereja dan masyarakat,” tutupnya.
Perayaan Misa kali ini menjadi momentum kebersamaan bagi para anggota KBK St. Mikhael. Kehadiran keluarga serta umat dalam perayaan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan kaum bapak dalam kehidupan menggereja tidak dapat dipisahkan dari dukungan keluarga dan komunitas.
Menjadi Bapak yang Berani dalam Iman
Pesta Santo Mikhael pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang seorang tokoh pelindung, tetapi juga tentang panggilan setiap kaum bapak untuk menjadi pribadi yang mampu berdiri teguh ketika keluarga menghadapi tantangan.
Di tengah perubahan zaman, keluarga membutuhkan sosok bapak yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan hati, iman dan keteladanan.
Semangat Santo Mikhael menjadi pengingat bahwa keberanian sejati bukanlah mencari pertentangan, melainkan keberanian untuk mempertahankan kebaikan, melindungi keluarga dan tetap berjalan dalam kebenaran.
Dengan semangat “Pro Familia, Pro Ecclesia et Patria”, KBK St. Mikhael Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow diharapkan terus menjadi wadah bagi para bapak untuk bertumbuh dalam iman, memperkuat persaudaraan dan mengambil bagian dalam kehidupan keluarga, Gereja serta masyarakat. (jem)