OMK Kinilow Rayakan Pesta Pelindung Santo Kristoforus dengan Misa Syukur dan Semangat Pelayanan

TOMOHON-SM. Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow menggelar misa syukur dalam rangka pesta pelindung OMK, Santo Kristoforus, pada Jumat (25/7). Misa ini dipimpin oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Pastor Noldy Karamoy, Pr., dan dihadiri oleh seluruh anggota OMK, Dewan Pastoral Stasi, serta para undangan.

Dalam homilinya, Pastor Noldy mengajak orang muda untuk meneladani Santo Kristoforus, sosok pelindung OMK yang dikenal karena kerelaannya berkorban dan kerendahan hati dalam melayani. “Santo Kristoforus tidak mencari kemuliaan pribadi, tetapi memilih untuk menjadi pelayan, bahkan memikul orang lain demi Kristus. Semangat ini sangat relevan bagi orang muda saat ini,” tutur Pastor Noldy.

Beliau menambahkan bahwa nilai-nilai seperti kesetiaan, keberanian, dan kerendahan hati adalah ciri khas dari kehidupan Santo Kristoforus yang layak diteladani. “OMK harus berani keluar dari zona nyaman dan menghadirkan kasih Kristus dalam pelayanan nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Kristoforus, yang dikenal sebagai pelindung para pelancong dan peziarah, menginspirasi kaum muda untuk tetap teguh dalam iman dan setia pada panggilan hidup Kristiani. Melalui semangat pelayanannya, ia mengajarkan pentingnya mengutamakan sesama dan membiarkan kasih Allah bekerja melalui tindakan sederhana.

Ketua OMK Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow, Dean Montolalu, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan ini. “Pesta pelindung ini menjadi momen istimewa untuk memperbaharui komitmen kami sebagai orang muda Katolik. Kami ingin melayani seperti Santo Kristoforus dengan tulus, rendah hati, dan penuh kasih,” ujar Dean.

Ia juga menyampaikan harapannya agar perayaan ini tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi menjadi pemantik semangat pelayanan berkelanjutan bagi seluruh anggota OMK. “Kami siap menjadi bagian aktif dari Gereja, hadir tidak hanya di altar, tetapi juga di tengah masyarakat,” tambahnya.

Misa berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Setelah misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana sebagai bentuk syukur dan penguatan relasi antar anggota OMK dan umat. (JeM)