Pemkot Tomohon Gelar Musrenbang RKPD 2027, Target Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,25 Persen

TOMOHON-SM. Wali Kota Tomohon Caroll J. A. Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy G. A. Rumajar menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tomohon Tahun 2027 yang digelar di Grand Master Hotel Tomohon, Kamis (12/3/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang dilakukan secara partisipatif.

“Melalui forum ini, kita bersama-sama menyelaraskan berbagai usulan dan aspirasi masyarakat yang telah dihimpun mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan untuk kemudian dirumuskan menjadi prioritas pembangunan daerah yang terarah, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Senduk.

Pemerintah Kota Tomohon menetapkan tema pembangunan tahun 2027 yakni “Percepatan Transformasi Pembangunan Inklusif Melalui Penguatan SDM, Ekonomi Daerah dan Ketahanan Lingkungan.”

Sejalan dengan tema tersebut, sejumlah indikator makro pembangunan Kota Tomohon tahun 2027 ditargetkan meningkat, antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 5,80–6,25 persen, PDRB per kapita Rp62,95 juta, serta kontribusi PDRB Kota Tomohon terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Utara sebesar 4,6 persen.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan tingkat kemiskinan berada pada kisaran 4,80–5,30 persen, tingkat pengangguran terbuka 6,56–7,30 persen, rasio gini 0,315–0,320, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 80,75–80,88. Di sektor lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup ditargetkan mencapai 68,47 persen, dengan penurunan intensitas emisi gas rumah kaca hingga 34 persen.

Untuk mencapai target tersebut, arah kebijakan pembangunan Kota Tomohon tahun 2027 difokuskan pada delapan prioritas utama. Di antaranya peningkatan kerukunan umat beragama dan nilai kebangsaan, penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, peningkatan kualitas infrastruktur dan ketahanan terhadap bencana, serta pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Prioritas lainnya meliputi peningkatan daya saing daerah melalui pengembangan produk unggulan dan investasi, pemerataan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, peningkatan pelayanan publik melalui digitalisasi dan reformasi birokrasi, serta penguatan stabilitas keamanan dan ketertiban daerah.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya integrasi Program Strategis Nasional (PSN) dalam dokumen perencanaan daerah. Program tersebut mencakup penanggulangan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, perluasan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan pertumbuhan ekonomi melalui pengendalian inflasi dan kemudahan perizinan.

Wali Kota berharap melalui forum Musrenbang ini seluruh peserta dapat memberikan masukan yang konstruktif sehingga perencanaan pembangunan yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Tomohon.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tomohon secara resmi membuka Musrenbang RKPD Kota Tomohon Tahun 2027.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara Satli Tambunan, Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’Arc Senduk-Karundeng, unsur Forkopimda, anggota DPRD Kota Tomohon, jajaran Pemerintah Kota Tomohon, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta insan pers. (sob)