TOMOHON-SM. Senin pagi (11/8/2025), GOR Babe Palar dipenuhi senyum, tepuk tangan, dan tatapan penuh harapan. Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., hadir dan secara resmi membuka Jambore Disabilitas Kota Tomohon, sebuah momentum yang tak sekadar acara, tapi perayaan keberanian dan potensi.
Membacakan sambutan Wali Kota, Sendy menegaskan bahwa Jambore ini adalah ajang mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, dan menggali potensi diri para penyandang disabilitas.
“Keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkarya dan berprestasi,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tidak pernah berhenti bermimpi.
“Kalian adalah sumber inspirasi, bukan hanya bagi sesama penyandang disabilitas, tetapi juga bagi kami semua. Mari wujudkan kesetaraan, keadilan, dan inklusi di Kota Tomohon,” tambahnya.

Momen yang membuat haru pun hadir saat penampilan anak-anak SLB yang bernyanyi dan menari meski tanpa bisa mendengar. Sendy mengajak semua pihak memikirkan bantuan alat dengar bagi mereka.
“Pemerintah hadir untuk memberikan secercah harapan dan kebahagiaan kepada seluruh masyarakat Tomohon tanpa terkecuali,” ucapnya.Usai pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bagi para penyandang disabilitas.
Hari Pertama (9 Agustus): Bantuan sandang, parade Tomohon of Flower di tenda khusus disabilitas, 88 peserta hadir.
Hari Kedua (11 Agustus): Bantuan kursi roda & tongkat dari Sentra Tumou Tou Manado untuk 33 orang, bantuan permakanan untuk 88 orang, dan bantuan perbekalan kesehatan di luar panti untuk 44 orang.
Hadir pula Kepala Dinas Sosial Daerah Kota Tomohon Tomly Lasut, S.H., M.A.P., Kepala Sentra Tumou Tou Manado Dra. Meerada Saryati Aryani, M.Si., Kepala SLB Damai GMIM Tomohon Ginny Ponamon, S.Pd., M.Pd., serta seluruh peserta penerima bantuan.
Hari itu, Tomohon sekali lagi membuktikan bahwa di kota ini, inklusi bukan sekadar wacana, ia nyata, hidup, dan penuh warna. (sob)