Umat Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow Melepas Dua Frater : Dilepas dengan Cinta, Didoakan dengan Iman

TOMOHON-SM. Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow saat umat melepas dua frater yang telah menjalani masa pembinaan pastoral, yakni Frater Christoporus Lontoh, Pr dan Frater Raymon Rahail, MSC. Setelah menjalani waktu pelayanan yang penuh makna bersama umat, kedua frater akan kembali melanjutkan studi dan formasi menuju tahbisan imamat.

Acara perpisahan yang digelar pada Minggu pagi (20/7) tersebut diawali dengan Misa syukur bersama umat.

Pastor Noldy Karamoy, Pr, selaku pastor paroki, kepada kedua Frater menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas pelayanan dan semangat pengabdian selama berada di Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen dan di Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow.

“Saya pribadi, dan mewakili seluruh umat Paroki, ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Frater Christoporus dan Frater Raymon. Kehadiran mereka selama masa pembinaan di stasi ini bukan hanya sekadar pelengkap pastoral, tapi sungguh menjadi bagian yang hidup dari perjalanan iman umat khususnya umat di Kinilow,” ujar Pastor Noldy.

Beliau menambahkan bahwa kerendahan hati, keterbukaan, dan semangat melayani yang ditunjukkan kedua frater telah meninggalkan kesan yang mendalam bagi umat.

“Keduanya hadir dan menjalin relasi yang hangat dengan umat dari semua usia — ini bukan hal yang mudah, dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sungguh melayani dari hati. Saya percaya mereka punya potensi besar untuk menjadi gembala yang dekat dengan umat, yang peka terhadap kebutuhan zaman, dan yang tetap setia pada panggilan Tuhan.”

Dalam kesannya, Frater Christoporus Lontoh, Pr menyampaikan kekagumannya terhadap kehidupan umat di Kinilow yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan di tengah keberagaman.

“Stasi Kinilow adalah gambaran nyata dari keberagaman yang harmonis. Saya belajar banyak dari umat di sini bagaimana menjaga persatuan meski berasal dari latar belakang berbeda. Ini nilai yang sangat penting, bukan hanya untuk Gereja, tetapi juga untuk bangsa,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan, sambutan hangat, dan keterbukaan umat yang sangat membantunya dalam proses pertumbuhan iman dan panggilan.

Sementara itu, Frater Raymon Rahail, MSC menyampaikan bahwa masa pelayanannya di Kinilow akan selalu dikenang sebagai masa yang penuh pembelajaran dan kasih.

“Saya merasa sangat diterima dan dikuatkan selama berada di Kinilow. Umat di sini menunjukkan bahwa cinta kasih dan semangat pelayanan dapat dirasakan dalam keseharian. Saya tidak hanya belajar tentang pastoral, tapi juga tentang hidup dalam komunitas yang penuh kasih,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman ini memperkuat tekadnya untuk terus berjalan dalam panggilan hingga kelak menjadi imam yang mampu melayani umat dengan segenap hati.

Mewakili umat, Ketua Stasi Fenny Sanggor menyampaikan pesan penuh haru. Ia menegaskan bahwa meski perpisahan ini terasa berat, umat mendukung dan mendoakan agar kedua frater dapat menyelesaikan studi dengan baik dan kembali melayani sebagai imam yang setia.

“Kehadiran Frater Christoporus dan Frater Raymon adalah berkat besar bagi umat kami. Mereka tidak hanya hadir, tapi sungguh menjadi bagian dari keluarga besar Kinilow. Kami bangga, kami bersyukur, dan kami juga sedih harus melepas mereka,” kata Fenny Sanggor.

“Namun kami tahu, ini adalah bagian dari rencana Tuhan. Harapan kami sederhana, semoga mereka menyelesaikan studi dengan baik, tetap setia pada panggilan, dan suatu hari nanti, kami bisa melihat mereka ditahbiskan menjadi imam yang penuh kasih, rendah hati, dan siap menggembalakan umat.”

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, diiringi isak haru umat yang melepas kedua frater dengan pelukan dan senyuman penuh doa. Meski sementara berpisah, benih kebersamaan yang telah ditanam diyakini akan tumbuh menjadi kekuatan rohani yang akan terus dikenang oleh umat Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow. (JeM)