Warga Keluhkan Pembatas Jalan di Pusat Kota Tomohon, Dinilai Timbulkan Kemacetan

TOMOHON-SM. Pemasangan pembatas jalan di ruas utama pusat Kota Tomohon menuai protes dari warga. Bukannya memperlancar lalu lintas, kebijakan ini justru dinilai membuat arus kendaraan semakin semrawut, terutama di jam-jam sibuk.

Warga menilai bahwa kondisi jalan di pusat kota saat ini belum layak dipasangi pembatas jalan, mengingat lebar jalan yang terbatas dan tingginya volume kendaraan. Situasi diperparah dengan banyaknya mobil yang parkir di sisi jalan, sehingga ruang gerak kendaraan semakin sempit.

Salah satu titik yang banyak dikeluhkan adalah akses dari arah selatan menuju Menara Alfa Omega dan Apotek Kimia Farma. Karena pembatas jalan, pengendara kini tidak bisa langsung berbelok ke kanan dan harus memutar arah di depan Rumah Sakit Bethesda, yang menjadi titik kemacetan baru.

“Kami jadi harus balik arah di depan rumah sakit, dan itu bikin macet. Banyak kendaraan menumpuk di situ, apalagi saat jam pulang kerja,” ujar Hendry, warga Kelurahan Talete.

Warga juga mempertanyakan minimnya pengawasan dari aparat kepolisian, khususnya di titik-titik yang rawan kemacetan dan pelanggaran parkir.

“Polisi lalu lintas seharusnya bisa lebih aktif mengatur di lokasi seperti ini. Kalau dibiarkan terus, kemacetan bisa makin parah, apalagi ini jalan utama kota,” tambah Monic, warga lainnya.

Mereka berharap Dinas Perhubungan Kota Tomohon dan Satlantas Polres Tomohon dapat segera mengevaluasi ulang kebijakan pemasangan pembatas jalan, sekaligus memperkuat pengawasan lalu lintas harian.

Usulan dari warga antara lain meliputi penataan ulang jalur putar balik, pengendalian parkir liar, dan penempatan petugas lalu lintas di jam-jam padat kendaraan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Perhubungan maupun Polres Tomohon terkait keluhan warga. (sob)