Nelson Uada Tegaskan Tiga Pilar Utama Legio Christi Stasi Kinilow: Spiritualitas, Solidaritas, dan Pelayanan

TOMOHON-SM. Di bawah kepemimpinan Koordinator Nelson Uada, Legio Christi (LC) Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow terus memperkuat jati dirinya sebagai wadah pertumbuhan iman dan pelayanan umat yang berakar pada semangat Katolik sejati. Dalam berbagai pertemuan internal dan kegiatan rohani, Uada menegaskan tiga arah utama bagi seluruh anggota LC: memperdalam spiritualitas, membangun solidaritas, dan meningkatkan pelayanan konkret di tengah masyarakat.

  1. Memperdalam Spiritualitas: “Berakar dalam Kristus”

Nelson Uada menekankan bahwa setiap anggota LC harus menjadikan Kristus sebagai pusat hidupnya, bukan hanya dalam doa, tetapi juga dalam tindakan. Ia mengingatkan bahwa LC bukanlah sekadar kelompok sosial, melainkan komunitas pembinaan iman.

“Sebagai anggota Legio Christi, kita terpanggil untuk menjadi pribadi yang berakar dalam Kristus. Ini bukan hanya soal ritual, tapi juga soal karakter dan integritas,” ujar Uada.

Ia juga mendorong anggota untuk aktif dalam devosi rohani seperti Rosario, adorasi sakramen mahakudus, serta retret dan rekoleksi yang menjadi bagian dari formasi rutin LC.

  1. Membangun Solidaritas: “Satu Tubuh, Banyak Anggota”

Di tengah tantangan kehidupan sosial dan ekonomi, LC di bawah kepemimpinan Uada aktif membangun solidaritas internal.

“Solidaritas bukan pilihan, tapi keharusan. Kita semua adalah bagian dari satu tubuh. Saat satu bagian terluka, seluruh tubuh merasakannya,” ungkapnya.

  1. Meningkatkan Pelayanan Nyata: “Iman yang Bekerja dalam Kasih”

Uada juga mengajak seluruh anggota untuk terlibat aktif dalam kegiatan stasi, dari liturgi hingga kerja bakti. Ia menekankan bahwa pelayanan bukanlah beban, tetapi bentuk nyata dari kasih yang hidup.

“Iman kita harus bekerja dalam kasih. Kita bukan hanya berdoa di kapel, tapi juga bekerja di kebun Tuhan, di lingkungan, di rumah, di masyarakat,” tegasnya.

Nelson Uada dikenal sebagai pemimpin yang menjunjung keterbukaan dan kolaborasi. Dalam struktur kepengurusan LC Kinilow, ia melibatkan seluruh koordinator wilayah rohani dan penggerak komunitas basis dalam menyusun program kerja. Pertemuan evaluasi rutin dilakukan, guna memastikan program tidak hanya berjalan, tetapi juga berdampak.

Anggota LC Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Uada yang dianggap mampu menghidupkan semangat pelayanan anggota.

“Pak Nelson membawa gaya kepemimpinan yang tenang tapi tegas. Ia tahu kapan mendengarkan dan kapan bertindak. LC di Kinilow kini lebih hidup dan solider,” ucap Steven Tamon, Danru 8 LC Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow.

Sementara itu Zeth Lasut yang merupakan Sekretaris Kaum Bapak Katolik (KBK) Stasi Kebangkitan Kristus menyebut LC sebagai tulang punggung pembinaan spiritual umat dewasa di wilayahnya.

Di bawah arahan Nelson Uada, LC Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow memasuki fase baru: komunitas yang bukan hanya kuat secara spiritual, tapi juga kokoh dalam solidaritas dan pelayanan. Dengan semangat Bonum Commune, LC Kinilow membuktikan bahwa iman yang hidup akan selalu menemukan jalannya dalam tindakan nyata di tengah umat dan masyarakat. (JeM)