TOMOHON-SM. Suatu ketika, di awal-awal terbentuknya Kota Tomohon, ada satu lagu yang menjadi pemersatu warga, membakar semangat pembangunan, dan menggetarkan hati setiap kali dilantunkan: Mars Kota Tomohon.
Lagu ini bukan sekadar untaian nada dan lirik. Ia adalah simbol jati diri, cermin semangat kerja keras, dan doa yang dipanjatkan bersama untuk kemajuan kota yang kini dikenal luas sebagai Kota Religius dan Kota Berbudaya.
Namun, seiring berjalannya waktu, gema mars ini semakin jarang terdengar. Acara-acara resmi pemerintah dan kegiatan masyarakat lebih banyak diiringi lagu-lagu populer, sementara Mars Kota Tomohon seakan hanya tersimpan di memori kolektif generasi terdahulu.
Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon, Jeffri Polii, S.Ik, (Jepol) menilai sudah saatnya kondisi itu berubah. Ia mengajak semua pihak untuk menghidupkan kembali tradisi menyanyikan mars ini.
“Mars Kota Tomohon bukan sekadar lagu. Ia adalah denyut nadi sejarah, gema kebanggaan, dan doa yang kita panjatkan bersama untuk kota tercinta,” tegas Polii dengan nada penuh keyakinan.
Jepol menambahkan, terakhir kali ia mendengar mars ini dikumandangkan secara rutin adalah pada masa pemerintahan Wali Kota Jefferson Rumajar. Saat itu, lagu ini selalu menjadi bagian pembukaan acara-acara resmi, membakar semangat semua yang hadir.

Ia menuturkan, dalam setiap bait mars tersebut tersimpan pesan persatuan, semangat pantang menyerah, dan keyakinan bahwa Tomohon selalu berada dalam berkat Tuhan. Menurutnya, mengumandangkan mars ini di setiap acara resmi bukan hanya soal tradisi, tapi juga cara menanamkan rasa cinta dan bangga kepada tanah kelahiran.
“Sudah terlalu lama mars ini hanya kita kenang di hati. Kini saatnya kita hidupkan kembali, kita kumandangkan dengan penuh semangat di setiap acara resmi pemerintah dan kegiatan masyarakat. Biarlah suara kita berpadu, menyatukan langkah, dan menggetarkan hati, agar setiap orang yang mendengar tahu, inilah Kota Tomohon, kota religius, kota berbudaya, kota yang warganya selalu setia mencintainya,” ujarnya.
Polii pun berharap agar masyarakat dan generasi muda mau mempelajari dan menghafalkan liriknya. Ia menginginkan setiap kali mars ini dinyanyikan, semua orang melakukannya dengan dada tegap, suara lantang, dan hati yang berkobar.
“Mari kita nyanyikan demi Tomohon yang kita banggakan bersama,” tutupnya.
Dengan kembalinya Mars Kota Tomohon menggema, diharapkan akan lahir kembali rasa kebersamaan yang pernah menjadi ciri khas masyarakatnya. Lagu itu bukan hanya penanda acara, tetapi juga pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, ada identitas yang tak boleh pudar, cinta dan kesetiaan kepada Kota Tomohon. (sob)