TOMOHON-SM. Polemik rencana pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Kayawu Kecamatan Tomohon Utara mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon, Jeffry Polii S.Ik (Jepol.) Ia menawarkan solusi konstruktif agar pembangunan koperasi tetap berjalan, namun tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat, khususnya pengguna fasilitas lapangan olahraga setempat.
Kepada wartawan swaramedia.com saat diwawancarai pada Selasa 14/4, Jepol menjelaskan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. Karena itu, pelaksanaannya perlu diarahkan agar tidak menimbulkan konflik sosial, melainkan justru memberi manfaat yang lebih luas bagi warga sekitar.
Ia menilai pendekatan terbaik yang dapat dilakukan adalah membangun fasilitas koperasi dengan konsep terintegrasi dengan kepentingan masyarakat. Artinya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada fungsi kantor koperasi, tetapi juga dilengkapi sarana pendukung aktivitas publik.
“Pembangunan Koperasi Merah Putih sebaiknya dirancang terpadu dengan fasilitas yang juga bisa dimanfaatkan masyarakat. Dengan begitu, keberadaan koperasi tidak mengurangi fungsi lapangan, tetapi justru menambah nilai manfaatnya,” ujar Jepol.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas pendukung dapat disiapkan dalam konsep pembangunan tersebut, di antaranya,
penyediaan WC umum yang representatif,
pembangunan ruang ganti bagi masyarakat yang berolahraga
penataan jalur jogging track di sekitar kawasan lapangan,
pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai area rekreasi warga, penataan kawasan agar tetap mendukung fungsi utama lapangan sebagai sarana olahraga masyarakat
Menurutnya, konsep integrasi seperti ini dapat menjadi solusi yang mempertemukan kepentingan pembangunan ekonomi melalui koperasi dengan kebutuhan ruang publik masyarakat.
Jepol juga menegaskan bahwa proses pembangunan fasilitas publik, terlebih yang berada di kawasan yang selama ini dimanfaatkan warga, harus dilakukan melalui dialog terbuka dan partisipatif bersama masyarakat.
“Semua harus dibicarakan bersama masyarakat. Aspirasi warga perlu didengar supaya pembangunan berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Ia berharap pemerintah kelurahan bersama Pemerintah Kota Tomohon dapat memfasilitasi forum komunikasi dengan tokoh masyarakat, pemuda, serta pengguna lapangan agar desain pembangunan Koperasi Merah Putih benar-benar merupakan hasil kesepakatan bersama.
Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, pola pembangunan berbasis dialog seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengorbankan fungsi sosial ruang terbuka yang selama ini dimanfaatkan warga.
Dengan pendekatan integratif tersebut, Jepol optimistis pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Kayawu dapat menjadi contoh model pembangunan yang selaras antara penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas fasilitas publik di Kota Tomohon. (sob)