TOMOHON-SM. Masih ingat dengan komentar Nisia Tewu yang sempat menjadi polemik di media sosial? Pernyataan tersebut sempat memicu berbagai tanggapan dari masyarakat Kota Tomohon. Sebagian menilai komentar itu telah menyinggung perasaan warga, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk penyampaian pendapat yang kemudian berkembang menjadi perdebatan di ruang publik.

Menanggapi polemik tersebut, Nisia Tewu akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Tomohon. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa komentar yang disampaikannya telah menimbulkan beragam penafsiran dan memicu ketersinggungan di tengah masyarakat.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Tomohon. Saya menyadari bahwa pernyataan saya di media sosial telah menimbulkan polemik dan membuat sebagian masyarakat merasa tersinggung. Atas hal tersebut, saya menyampaikan penyesalan yang tulus,” ujar Nisia.

Nisia menegaskan bahwa tidak pernah ada niat untuk menghina, merendahkan, ataupun menyakiti hati masyarakat Kota Tomohon. Menurutnya, komentar yang disampaikan merupakan bentuk ekspresi pribadi yang pada akhirnya dipahami secara berbeda oleh publik.

“Saya sama sekali tidak bermaksud menyakiti masyarakat Tomohon. Saya menghormati masyarakat Kota Tomohon dan menyadari bahwa setiap kalimat yang disampaikan di ruang publik memiliki konsekuensi serta dapat ditafsirkan secara beragam. Untuk itu, saya memohon maaf kepada siapa pun yang merasa terluka atau tersinggung akibat komentar saya,” katanya.

Nisia juga mengakui bahwa media sosial merupakan ruang publik yang menuntut setiap penggunanya untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran penting agar ke depan lebih bijaksana dalam memilih kata dan lebih mengedepankan etika dalam berkomunikasi.

Ia berharap polemik yang sempat berkembang tidak lagi memperlebar perbedaan di tengah masyarakat. Sebaliknya, peristiwa tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sikap saling menghormati meskipun terdapat perbedaan pandangan.

“Saya percaya masyarakat Tomohon menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan saling menghargai. Karena itu, saya berharap permohonan maaf ini dapat diterima sebagai bentuk itikad baik saya untuk memperbaiki keadaan dan mengakhiri polemik yang telah terjadi,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Nisia mengajak seluruh masyarakat untuk mengalihkan perhatian pada hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat bagi daerah. Menurutnya, Tomohon memiliki banyak potensi yang patut dibanggakan dan perlu didukung secara bersama-sama.

Ia secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, yang akan kembali menjadi ajang promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kota Tomohon di tingkat nasional maupun internasional.

“Mari kita tinggalkan perdebatan yang tidak membawa manfaat dan bersama-sama memberikan dukungan agar TIFF 2026 berlangsung sukses. Festival ini adalah kebanggaan masyarakat Tomohon dan menjadi wajah daerah di hadapan para tamu dari berbagai wilayah bahkan mancanegara. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu, menjaga suasana yang kondusif, serta menunjukkan keramahan dan semangat kebersamaan demi kemajuan Kota Tomohon,” tutup Nisia. (sob)