Aktivitas Gunung Awu Meningkat, Waspada

Sangihe, SMC – Gunung Api Awu yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak pada posisi koordinat 3.6828460’ LU dan 125.455980’ BT, sejak 25 Agustus 2022 status aktivitasnya naik menjadi level II atau Waspada.

Puncak Gunung Awu yang memiliki ketinggian 1320 meter dari permukaan laut memiliki interval erupsi berkisar antara 1 hingga 101 tahun. Erupsi terakhir yang terjadi dipertengahan tahun 2004 merupakan erupsi magmatik yang menghasilkan kolom erupsi setinggi 3000 meter di atas puncak.

Ketika dikonfirmasi kepada salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yang beralamat di Jl. Radar Tahuna, Kecamatan Apengsembeka, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Didi Wahyudi menerangkan bahwa status terakhir Gunung Awu per tanggal 26 Juli 2023 masih dalam level II atau Waspada.

”Perkembangan Gunung Api Awu hingga tanggal 26 Juli 2023 masih berstatus Level II atau Waspada. Diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA). Telah terjadi kenaikan kegempaan yang diduga akibat pergerakan magma ke kedalaman yang lebih dangkal. Hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah gempa vulkanik-dangkal (VB) dan gempa vulkanik-dalam (VA) yang relatif tinggi, juga sejak tanggal 12 Juli 2023 hingga tanggal 25 Juli 2023 sudah terjadi VB sebanyak 129 kali kejadian dan VA sebanyak 95 kali kejadian”, jelas Didi Wahyudi.

Didi Wahyudi juga menghimbau dan mengingatkan agar masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati atau beraktivitas didalam radius 3 kilo meter dari kawah puncak Gunung Awu.

”Pada tingkat Level II (Waspada) ini masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas didalam radius 3 kilo meter dari kawah puncak gunung awu, karena mengingat potensi bahaya gas vulkanik konsentrasi tinggi serta lontaran batuan jika terjadi erupsi tanpa didahului oleh gejala kenaikan aktivitas,” tutup Didi.

Hingga hari ini status aktivitas gunung Awu masih berada pada level II atau Waspada. Radius dan jarak rekomendasi akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya serta tingkat aktivitas gunung awu akan ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual dan kegempaan yang signifikan.

(Rijani)