PLN Tahuna Di Keluhkan Masyarakat, Selain Seringnya Listrik Padam Kurangnya Sosialisasi Listrik Pintar Dianggap Membodohi Masyarakat Awam

Sangihe, SMC – Peristiwa pemadaman listrik yang sering terjadi di kota Tahuna yang sampai saat ini tidak diketahui penyebabnya karena apa sudah menjadi keluhan dari hampir seluruh masyarakat kota tahuna dan sekitarnya.

Pemadaman yang terkesan seperti mengkonsumsi obat dokter 3x 1 sehari itu, sering terjadi dan sudah berlanjut dalam beberapa bulan terakhir ini.

Belum selesai dari misteri terjadinya pemadaman listrik PLN Tahuna kembali menuai emosi dari salah satu pelanggan setia mereka, merasa dibodohi karena tidak ada pemberitahuan sejak awal mengenai biaya transformasi dari listrik biasa atau meteran manual ke meteran listrik pintar pelanggan tersebut datangi kantor pelayanan tapi sangat disayangkan kantor tersebut kosong karena katanya “Hari Libur”.

”Ini Nomor Token Listrik Pintar kami katanya diblokir karena ada tunggakan, tunggakan apa? Dari awal kami pindah pemakaian listrik pintar tidak ada pemberitahuan atau sosialisai mengenai biaya tambahan dan lain-lain, nanti sekarang ini,” ungkap salah satu pelanggan dengan rasa kecewa dan sedikit emosi.

“Kami sudah datangi kantor pelayanan di eneratu, tapi katanya libur hari ini tidak ada pelayanan terus di infokan langsung ke kantor pusat pln yang di tona 1, tiba disana sama saja tidak ada pelayanan lalu bagaimana ? , katanya kami harus menunggu sampai hari senin sedangkan pulsa listrik dirumah saya sudah habis, Bagaimana ini harusnya kantor pelayanan harus standby entah itu hari libur atau bukan” tambahnya lagi dengan geram.

Menurut keluhan pelanggan tersebut, nomor token listrik pintar milik dirinya diblokir karena menunggak, tapi dirinya tidak mengetahui perihal tunggakan apa yang menyebabkan nomor token listrik pintar milik dirinya diblokir.

”Katanya ada tunggakan, tidak tahu tunggakan apa? Tidak ada pemberitahuan karena sejak awal ketika beralih ke listrik pintar saya sudah tanyakan apakah ada biaya tambahan? Tidak ada kata mereka, kenapa sekarang ada tunggakan?”  Pungkasnya.

Dirinya berharap agar PLN tahuna mengevaluasi kembali kinerja dari pekerjanya, juga pentingnya sosialisasi kepada konsumen agar tidak terjadi gagal paham seperti yang dialami dirinya.

”Harusnya sosialisasi atau info kepada pelanggan itu harus jelas. Kewajiban kami sebgai pelanggan dituntut tapi Hak kami dimutilasi” tutupnya.

(Rijani)