Bela Negara dan Kasih Ibu Menyatu, Sulut Teguhkan Cinta Tanah Air dari Rahim Ibu

SWARAMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara yang dirangkaikan dengan Hari Ibu, sebuah momentum reflektif yang menyatukan nilai patriotisme dan kasih sayang dalam satu tarikan napas kebangsaan. Upacara berlangsung khidmat, sarat makna, dan penuh simbol tentang cinta, pengorbanan, serta ketangguhan sebagai fondasi bangsa.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan bahwa bela negara bukan sekadar konsep pertahanan, melainkan sikap hidup yang berakar pada cinta tanah air. Cinta itu, menurutnya, tidak lahir di ruang hampa, melainkan tumbuh dari sumber paling awal dalam kehidupan manusia, yakni seorang ibu. “Bela negara adalah cinta pada tanah air, dan ibu adalah sumber cinta pertama kita. Dari rahim ibu lahir para pejuang bangsa, mereka yang kelak menjaga, membangun, dan mengorbankan diri demi negeri ini,” ujar gubernur.

Lebih jauh, Gubernur Yulius Selvanus menguraikan bahwa kekuatan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuannya merawat nilai pengorbanan dan ketangguhan. Ia menautkan makna bela negara dengan peran ibu yang tanpa pamrih membesarkan generasi, mengajarkan keteguhan hati, serta menanamkan rasa cinta pada keluarga, masyarakat, dan tanah air. “Pengorbanan seorang ibu adalah bentuk bela negara paling sunyi, tetapi paling menentukan,” tegasnya.

Upacara ini juga menghadirkan pesan visual yang kuat melalui kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, Nyonya Anik Yulius Selvanus, yang tampak setia mendampingi Gubernur. Kehadirannya bukan sekadar simbol seremonial, melainkan teladan nyata tentang peran seorang ibu dan istri yang senantiasa menyertai, menguatkan, dan berjalan seiring dalam pengabdian. Sosoknya mencerminkan ketangguhan perempuan yang menopang tugas-tugas negara dari sisi yang kerap tak terlihat, namun sangat menentukan.

Momentum Hari Bela Negara yang dirangkai dengan Hari Ibu ini memberi pesan bahwa kekuatan bangsa dibangun dari dua energi besar yakni cinta tanah air dan cinta seorang ibu. Dari keduanya lahir generasi tangguh, mereka yang siap menjaga nilai, merawat persatuan, dan melanjutkan estafet pengabdian untuk Indonesia, khususnya Bumi Nyiur Melambai. (jem)