Bunga, Budaya, dan Kebersamaan, Camat Tomohon Utara Puji Peran 10 Kelurahan Sukseskan TIFF 2025

TOMOHON-SM. Pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025 yang baru saja berakhir kembali menorehkan cerita sukses. Camat Tomohon Utara, Rickyanto Supit S.E, memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh perangkat kelurahan, masyarakat, dan pihak-pihak terkait atas dedikasi, kerja sama, dan peran aktif mereka sehingga ajang internasional ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh warna.

Kecamatan Tomohon Utara, yang terdiri dari 10 kelurahan, menjadi salah satu wilayah dengan peran strategis dalam mendukung kelancaran TIFF. Warga di sepanjang jalur parade, area parkir, hingga titik-titik penyangga destinasi wisata bekerja bahu-membahu menjaga kebersihan, ketertiban, dan keramahan kepada para tamu.

Dalam pernyataannya, Camat Ricky menegaskan TIFF 2025 bukan hanya menjadi kebanggaan kota kita, tetapi juga kebanggaan bagi Kecamatan Tomohon Utara. “Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kelurahan yang telah menunjukkan dedikasi tanpa kenal lelah. Masing-masing kelurahan memiliki kontribusi luar biasa yang layak diapresiasi.”

Beliau kemudian memberikan ucapan terima kasih khusus kepada setiap Kelurahan di wilayah Tomohon Utara.

  1. Kakaskasen, “Terima kasih atas kerja keras menjaga area inti kegiatan yang menjadi salah satu titik penting bagi wisatawan, serta penataan lingkungan yang indah dan rapi.”
  2. Kakaskasen Satu, Terima kasih atas kontribusi aktif dalam menjaga jalur pendukung acara tetap tertib dan indah.”
  3. Kakaskasen Dua, “Luar biasa atas peran aktif dalam mengatur arus kendaraan dan menyediakan area parkir yang aman dan nyaman bagi pengunjung.”
  4. Kakaskasen Tiga, “Terima kasih atas sambutan hangat kepada para tamu dan partisipasi warga dalam memeriahkan suasana dengan dekorasi unik.”
  5. Kayawu , “Saya bangga dengan penataan jalan dan kebersihan lingkungan yang dijaga rapi, sehingga pengunjung merasa nyaman.”
  6. Kinilow, “Apresiasi setinggi-tingginya untuk pengaturan jalur wisata dan keramahan warga yang menyapa setiap tamu dengan senyum.”
  7. Kinilow Satu, “Terima kasih telah membantu menyiapkan fasilitas pendukung bagi wisatawan serta menjaga keamanan di wilayah perbatasan acara.”
  8. Tinoor Satu, “Luar biasa dalam menghadirkan suasana hijau yang sejuk, sekaligus mengatur area persinggahan wisatawan dengan tertib.”
  9. Tinoor Dua, “Saya mengapresiasi ketanggapan warga dalam membantu kelancaran transportasi dan memberikan informasi kepada tamu yang membutuhkan.”
  10. Wailan, “Apresiasi atas kreativitas warga dalam membuat spot foto bunga yang menjadi daya tarik wisatawan dan memberi kesan positif bagi tamu yang datang.”

Sebagai penutup, Camat yang dikenal akrab dengan para wartawan tersebut menyampaikan pernyataan reflektif.

“Keberhasilan TIFF adalah cermin bahwa modal sosial kita berupa gotong royong, rasa memiliki, dan keterbukaan pada perubahan, adalah kekuatan yang jauh lebih bernilai daripada sekadar sumber daya material. Saya percaya bahwa masyarakat Tomohon Utara mampu menjadi role model bagi wilayah lain dalam memadukan tradisi dan inovasi. Festival ini hanyalah satu bab dari perjalanan panjang kita. Tantangannya adalah bagaimana semangat kolaboratif ini terus kita wariskan, sehingga Tomohon tidak hanya dikenal karena keindahan bunganya, tetapi juga karena kualitas manusianya yang berbudaya, berdaya saing, dan bersahabat bagi siapa saja.” tandasnya disertai senyum puas.

Pasca acara, beberapa kelurahan bahkan mempertahankan dekorasi bunga dan penataan lingkungan sebagai daya tarik tambahan. Hal ini membuktikan bahwa semangat TIFF tidak berhenti di panggung utama, tetapi terus mengalir di kehidupan sehari-hari warga Tomohon Utara. (sob)