TOMOHON-SM. Pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025 yang baru saja berakhir kembali menorehkan cerita sukses. Camat Tomohon Utara, Rickyanto Supit S.E, memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh perangkat kelurahan, masyarakat, dan pihak-pihak terkait atas dedikasi, kerja sama, dan peran aktif mereka sehingga ajang internasional ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh warna.
Kecamatan Tomohon Utara, yang terdiri dari 10 kelurahan, menjadi salah satu wilayah dengan peran strategis dalam mendukung kelancaran TIFF. Warga di sepanjang jalur parade, area parkir, hingga titik-titik penyangga destinasi wisata bekerja bahu-membahu menjaga kebersihan, ketertiban, dan keramahan kepada para tamu.
Dalam pernyataannya, Camat Ricky menegaskan TIFF 2025 bukan hanya menjadi kebanggaan kota kita, tetapi juga kebanggaan bagi Kecamatan Tomohon Utara. “Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kelurahan yang telah menunjukkan dedikasi tanpa kenal lelah. Masing-masing kelurahan memiliki kontribusi luar biasa yang layak diapresiasi.”
Beliau kemudian memberikan ucapan terima kasih khusus kepada setiap Kelurahan di wilayah Tomohon Utara.
Sebagai penutup, Camat yang dikenal akrab dengan para wartawan tersebut menyampaikan pernyataan reflektif.
“Keberhasilan TIFF adalah cermin bahwa modal sosial kita berupa gotong royong, rasa memiliki, dan keterbukaan pada perubahan, adalah kekuatan yang jauh lebih bernilai daripada sekadar sumber daya material. Saya percaya bahwa masyarakat Tomohon Utara mampu menjadi role model bagi wilayah lain dalam memadukan tradisi dan inovasi. Festival ini hanyalah satu bab dari perjalanan panjang kita. Tantangannya adalah bagaimana semangat kolaboratif ini terus kita wariskan, sehingga Tomohon tidak hanya dikenal karena keindahan bunganya, tetapi juga karena kualitas manusianya yang berbudaya, berdaya saing, dan bersahabat bagi siapa saja.” tandasnya disertai senyum puas.
Pasca acara, beberapa kelurahan bahkan mempertahankan dekorasi bunga dan penataan lingkungan sebagai daya tarik tambahan. Hal ini membuktikan bahwa semangat TIFF tidak berhenti di panggung utama, tetapi terus mengalir di kehidupan sehari-hari warga Tomohon Utara. (sob)