TOMOHON-SM. Senja yang berbalut semarak bunga menyambut ribuan pasang mata di GOR Babe Palar, Selasa (12/8/2025). Sorak gembira bercampur tepuk tangan hangat pecah ketika Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025 resmi ditutup. Bunga-bunga yang selama lima hari terakhir menghiasi jalan, panggung, dan hati warga Tomohon kini menunduk dalam indahnya perpisahan.
Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, S.H., melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Dra. Lily Solang, M.M., didampingi Ketua Umum TIFF 2025, Vonny Pangemanan, perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, dan jajaran Forkopimda Kota Tomohon, memimpin momen penutupan yang sarat makna itu. Tak hanya menutup rangkaian festival, acara juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan bagi Stand Favorit dan Stand Terbaik pada gelaran Tourism, Trade, Investment and Floriculture (Tomohon Expo) 2025.
Membacakan sambutan Wali Kota, Lily Solang mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan atas kelancaran TIFF 2025 yang berlangsung sejak 8 hingga 12 Agustus. “Euforia yang tercipta selama gelaran ini adalah bukti antusiasme luar biasa dari masyarakat dan pengunjung,” ujarnya. “TIFF bukan hanya festival bunga. TIFF adalah panggung budaya, etalase pariwisata, dan simbol kolaborasi global yang tumbuh dari tanah subur Kota Tomohon.”
Tahun ini, mengusung tema “Unite to be Great”, TIFF tidak hanya menampilkan parade flora yang memukau, tetapi juga mempertemukan kekuatan lintas daerah, lintas bangsa, dan lintas budaya. Setiap senyum di jalanan, setiap kamera yang terangkat, dan setiap tepukan tangan adalah tanda bahwa Tomohon berhasil memikat dunia.
Wali Kota menegaskan, setiap program Pemkot Tomohon selalu melibatkan partisipasi masyarakat. “Kami ingin menumbuhkan sense of belonging dan rasa tanggung jawab bersama untuk memajukan kota ini,” katanya. TIFF menjadi ruang bagi warga untuk merayakan kebersamaan, bertukar cerita, dan menikmati Tomohon yang penuh warna.

Lebih dari sekadar pesta bunga, festival ini telah menjadi magnet sosial dan ekonomi. UMKM tumbuh subur di sela-sela pameran, pelaku seni mendapat panggung, dan sektor pariwisata menikmati lonjakan kunjungan. Tomohon Expo 2025, sebagai bagian dari rangkaian acara, menghadirkan wajah Tomohon yang optimis akan metamorfosa menjadi kota yang semakin maju dan sejahtera.
Rasa terima kasih pun mengalir untuk semua yang terlibat. “Kepada Kementerian Pariwisata RI, Bank Indonesia, para duta besar dan perwakilan negara sahabat, peserta, sponsor, aparat keamanan TNI, Polri, serta seluruh pihak yang tidak dapat kami sebut satu per satu. Terima kasih telah menyukseskan TIFF 2025,” ujar Lily Solang membacakan pesan Wali Kota
Penutupan TIFF 2025 bukanlah akhir, melainkan awal dari rencana-rencana baru yang akan kembali menggemakan nama Tomohon di panggung dunia. Wali Kota menutup sambutannya dengan penuh harapan dan keyakinan: “Tuhan memberkati kita semua. Pakatuan wo Pakalawiren.”
Saat lampu-lampu GOR Babe Palar mulai meredup, sorak gembira warga belum juga surut. Di udara, aroma bunga bercampur dengan rasa bangga. Tomohon telah mengukir lagi satu bab dalam buku panjang kisahnya sebagai Kota Bunga yang tak hanya menawan mata, tapi juga memeluk dunia. (sob)