MANADO-SM. Perkembangan FOHOWAY di Sulawesi Utara mendapat apresiasi dari para pemimpin jaringan nasional. Bapak Hadi S dan Ibu Setyo Rini, sebagai 7 Star Director FOHOWAY Indonesia, menyampaikan optimismenya terhadap pertumbuhan luar biasa FOHOWAY di kawasan timur Indonesia.
“Sulawesi Utara adalah salah satu wilayah dengan pertumbuhan mitra tercepat. Ini membuktikan bahwa masyarakat tidak hanya menerima produk FOHOWAY, tetapi juga mulai memahami dan menjalankan gaya hidup sehat yang kami promosikan,” ujar Bapak Hadi S.
Sementara itu, Ibu Setyo Rini menambahkan, “Kehadiran kantor baru di Manado ini sangat strategis. Ini bukan hanya pusat distribusi, tetapi juga tempat membina mitra dan menciptakan lebih banyak pemimpin lokal yang tangguh dan berdampak.”

Keduanya berharap Sulawesi Utara dapat menjadi role model pertumbuhan berkelanjutan FOHOWAY di kawasan Indonesia Timur, dengan kolaborasi antara edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.
Perusahaan multinasional asal Tiongkok ini secara resmi telah meresmikan kantor regional Sulawesi Utara di Marina Plaza Manado pada 4, Agustus 2025. FOHOWAY, yang dikenal melalui produk berbasis bioteknologi dan pengobatan tradisional Tiongkok, kini memperkuat kehadirannya di Indonesia Timur dengan pusat layanan yang lebih dekat dan terintegrasi.
Perusahaan ini telah hadir di 43 negara dan mengalami pertumbuhan signifikan di Indonesia. Sejak masuk ke pasar nasional beberapa tahun lalu, jumlah mitra usaha telah mencapai ratusan ribu, termasuk di Manado dan sekitarnya.
Menurut Stevany Nelwan, Leader FOHOWAY Sulawesi Utara, masyarakat mulai menyadari pentingnya pendekatan kesehatan preventif berbasis herbal dan teknologi.
“Kami melihat kesadaran masyarakat meningkat. FOHOWAY tidak hanya hadir sebagai penyedia produk kesehatan, tapi juga sebagai mitra edukasi dan ekonomi,” jelas Stevany.
Ia menegaskan bahwa kantor baru ini akan menjadi pusat edukasi, pelatihan, dan pembinaan mitra FOHOWAY se-Sulawesi Utara.
Salah satu wilayah yang mencatat pertumbuhan menonjol adalah Kota Tomohon. Di kota sejuk yang religius ini, FOHOWAY mulai dikenal luas, berkat peran aktif mitra-mitra lokal seperti Amelia Lasut.
Bergabung sejak 2024, Amelia kini menjadi penggerak utama pengenalan produk dan filosofi FOHOWAY kepada komunitas setempat.
“Saya awalnya pengguna, lalu menyadari manfaat nyata dari produk FOHOWAY. Dari situ muncul keinginan untuk berbagi,” ujar Amelia.
Ia saat ini aktif menggelar pertemuan informal, edukasi komunitas, dan memperkenalkan pola hidup sehat berbasis alami kepada masyarakat sekitar.
“Kini, FOHOWAY mulai menjadi pilihan utama warga Tomohon, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan tanpa ketergantungan obat kimia,” tambahnya, sembari memastikan bahwa Kini, FOHOWAY sudah dikenal di Tomohon sebagai pilihan alternatif yang aman dan alami.
“Saya sangat bersyukur bisa membantu banyak orang merasa lebih sehat, dan sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan yang halal dan membanggakan,” ungkapnya bangga.

Melalui sistem kemitraan terbuka dan pendekatan edukatif, FOHOWAY mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan sekaligus menciptakan peluang usaha yang etis dan berkelanjutan.
“Kami mengajak semua kalangan untuk bergabung dalam gerakan ini, baik sebagai pengguna maupun mitra usaha. FOHOWAY adalah ruang untuk tumbuh sehat, mandiri, dan berdampak,” pungkas Stevany Nelwan.
Dengan sinergi antara pusat layanan di Manado, pertumbuhan mitra di Tomohon, serta dukungan para pemimpin jaringan nasional seperti Hadi S dan Setyo Rini, FOHOWAY optimis mampu menjadikan Sulawesi Utara sebagai salah satu episentrum pertumbuhan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia. (Red)