TOMOHON-SM. Memasuki Masa Prapaskah dalam kalender liturgi Gereja Katolik, Ketua Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow, Fenny Sanggor, menyampaikan himbauan penuh makna kepada seluruh umat Katolik, khususnya umat Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow, agar menghayati masa pertobatan ini dengan iman yang semakin dewasa, semangat pembaruan diri, serta kepedulian yang nyata terhadap sesama.
Dalam pernyataannya, Fenny Sanggor menegaskan bahwa Masa Prapaskah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan istimewa yang diberikan Tuhan untuk memperdalam relasi pribadi dengan-Nya. Masa yang diawali dengan Rabu Abu ini menjadi momen refleksi mendalam atas perjalanan hidup, sekaligus ajakan untuk kembali kepada Tuhan dengan hati yang tulus dan penuh kerendahan.
“Masa Prapaskah adalah waktu rahmat. Kita diajak untuk berhenti sejenak dari kesibukan, melihat kembali kehidupan kita, dan dengan rendah hati memperbaiki apa yang masih kurang. Ini adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh umat untuk lebih tekun dalam doa, setia mengikuti perayaan Ekaristi. Menurutnya, kebersamaan dalam doa akan memperkuat persatuan umat sekaligus menjadi sumber kekuatan rohani dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.
Selain itu, Fenny menekankan pentingnya makna puasa dan pantang yang tidak hanya dipahami sebagai kewajiban lahiriah, tetapi sebagai latihan pengendalian diri dan solidaritas.
Pengorbanan yang dilakukan selama Prapaskah, katanya, hendaknya diwujudkan dalam tindakan kasih yang konkret kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
“Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menahan diri dari sikap dan perkataan yang melukai sesama. Pantang bukan sekadar aturan, tetapi wujud komitmen kita untuk hidup lebih sederhana dan peduli,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan umat untuk memanfaatkan kesempatan menerima Sakramen Tobat sebagai langkah nyata pertobatan sejati. Dengan hati yang dibersihkan dan diperbarui, umat diharapkan dapat menyambut Hari Raya Paskah dengan sukacita yang lebih mendalam.
Sebagai pemimpin umat di tingkat stasi, Fenny Sanggor berharap seluruh umat Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow menjadikan Masa Prapaskah ini sebagai momentum kebangkitan iman yang nyata dalam keluarga, lingkungan, maupun kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita melangkah bersama dalam semangat pertobatan dan kasih. Semoga melalui doa, puasa, dan karya amal, kita semakin diteguhkan sebagai umat yang setia dan mampu menjadi terang serta garam di tengah dunia,” tutupnya penuh harap.
Dengan semangat kebersamaan dan iman yang kokoh, umat Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow diajak untuk menjadikan Masa Prapaskah sebagai perjalanan rohani yang membawa pembaruan hidup, sehingga perayaan Kebangkitan Tuhan kelak sungguh dirayakan dengan hati yang bersih, penuh syukur, dan dipenuhi sukacita iman. (jem)