Komando Permesta Bergerak, Konsolidasi Struktur DPD-DPC Jadi Fokus Jelang Pelantikan

MANADO-SM. Dalam rangka memantapkan persiapan pelantikan Komando Permesta yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang, jajaran pengurus dan anggota organisasi tersebut menggelar rapat koordinasi di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (18/7) pukul 12.30 WITA.

Rapat dipimpin langsung oleh Panglima Komando Permesta, Troy Kairupan, S.Sos, dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan pengurus tingkat pusat, DPD, serta utusan dari beberapa DPC kabupaten/kota.

Dalam agenda tersebut, dibahas pembentukan struktur kepengurusan Komando Permesta di seluruh tingkatan, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Langkah ini dianggap strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pelantikan resmi yang akan menjadi tonggak penting bagi eksistensi Komando Permesta di kancah sosial dan kebangsaan.

Panglima Komando Permesta, Troy Kairupan, menegaskan bahwa organisasi ini dibentuk bukan semata sebagai simbol sejarah, tetapi sebagai wadah aktualisasi nilai-nilai perjuangan yang relevan dengan tantangan bangsa hari ini.

“Komando Permesta hadir sebagai gerakan moral dan sosial yang membawa semangat perjuangan masa lalu untuk menjawab persoalan masa kini. Kami ingin organisasi ini menjadi kekuatan yang membangun, merangkul, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujar Troy dalam keterangannya usai rapat kepada wartawan swaramedia.com.

Ia juga menambahkan bahwa struktur organisasi yang solid hingga ke daerah akan menjadi landasan kuat dalam menggerakkan program-program Komando Permesta, baik dalam bidang sosial, kemasyarakatan, maupun pelestarian nilai-nilai perjuangan.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan teknis terkait format pelantikan, batas waktu penyusunan struktur kepengurusan di tingkat DPD dan DPC, serta penugasan tim koordinasi wilayah.

Pelantikan Komando Permesta direncanakan akan digelar secara terbuka pada Oktober 2025, dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan daerah, serta diwarnai dengan sejumlah kegiatan kebudayaan dan diskusi kebangsaan. (JeM)