TOMOHON-SM. Suasana duka menyelimuti umat Katolik, terlebih khusus di wilayah Kakaskasen dan sekitarnya, atas wafatnya Pastor Siprianus Motoh, Pr pada Minggu, 2 Maret, dalam usia 66 tahun.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan solidaritas iman, Legio Christi (LC) Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow turut ambil bagian dalam tugas penjagaan jenazah yang disemayamkan di Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen.

Sejak jenazah disemayamkan di gereja, umat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir, memanjatkan doa, serta mengenang pelayanan almarhum yang dikenal sederhana, dekat dengan umat, dan setia dalam panggilan imamatnya.
Dalam suasana hening dan penuh doa itu, para legioner dari Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow hadir menjalankan tugas penjagaan secara bergiliran. Tugas penjagaan ini dipimpin langsung oleh Koordinator LC Sub Unit Kinilow, Nelson Uada. Ia mengoordinasikan para anggota dengan tertib, memastikan setiap legioner menjalankan tanggung jawabnya dengan sikap hormat, khidmat, dan penuh penghayatan iman.

Melalui Wakil Ketua Sub Unit Kinilow, Petrus Kilis, Nelson Uada menyampaikan bahwa keterlibatan dalam penjagaan jenazah merupakan bagian dari spiritualitas pelayanan Legio Mariae.
“Penjagaan jenazah ini bukan sekadar tugas organisasi, tetapi wujud kasih dan penghormatan kami kepada seorang imam yang telah mengabdikan hidupnya bagi Gereja. Kami hadir bukan hanya untuk berjaga, tetapi juga untuk berdoa dan menguatkan keluarga serta umat yang berduka,” ujar Petrus Kilis menyampaikan pesan koordinator.
Kilis menambahkan, momentum ini juga menjadi kesempatan refleksi bagi para legioner tentang arti kesetiaan dalam panggilan dan pelayanan. “Pastor Siprianus Motoh, Pr telah menunjukkan keteladanan dalam kesederhanaan dan pengabdian. Kami belajar dari hidup beliau, dan melalui tugas ini kami mempersembahkan doa terbaik kami,” tambahnya.
Ketua Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow, Feny Sanggor, turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh legioner yang telah meluangkan waktu dan tenaga dalam tugas penjagaan tersebut.
“Atas nama Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow, saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada para legioner yang dengan penuh kesadaran iman mengambil bagian dalam tugas penjagaan jenazah Pastor Siprianus Motoh, Pr. Kehadiran dan kesetiaan kalian menjadi tanda nyata solidaritas Gereja dan kekuatan persaudaraan umat,” ungkap Feny Sanggor.
Dirinya berharap semangat pelayanan yang ditunjukkan para legioner dapat terus dipertahankan dalam setiap karya kerasulan di tengah umat.
Diketahui, rangkaian penghormatan terakhir akan dilanjutkan dengan Misa Requiem yang akan dilaksanakan di Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, sebelum jenazah diberangkatkan untuk dimakamkan di Seminari Kakaskasen.

Umat dijadwalkan akan memadati gereja untuk mengikuti perayaan Ekaristi terakhir sebagai ungkapan syukur atas kehidupan dan pelayanan almarhum.
Keikutsertaan LC Stasi Kebangkitan Kristus Kinilow dalam penjagaan jenazah ini menjadi bukti nyata bahwa dalam duka, Gereja tetap berdiri bersama dalam doa, pelayanan, dan pengharapan akan kebangkitan. (jem)