Tomohon, SM.
Tomohon bersiap memasuki salah satu momen yang paling ditunggu setiap tahunnya yaitu Pengucapan Syukur Kota Tomohon. Tahun ini, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tomohon telah menetapkan hari Minggu, 24 Agustus 2025 sebagai waktu pelaksanaannya.
Bukan sekadar tradisi, Pengucapan Syukur sudah menjadi ruang bersama warga Tomohon untuk mengekspresikan iman dan rasa terima kasih atas berkat yang sudah dijalani sepanjang tahun. Dari kesehatan, kekuatan untuk bekerja, sampai keberhasilan menyelenggarakan TIFF 2025 dan peringatan 80 tahun kemerdekaan RI, semuanya dianggap layak untuk dirayakan dengan ucapan syukur.
Ketua FKUB Kota Tomohon, Pdt. Simon Jahja Surentu, S.Th, menekankan bahwa tema tahun ini adalah “Bersyukur dengan Rukun dan Damai.” Ia mengingatkan, syukur bukan hanya soal membawa hasil panen atau rezeki ke gereja, tapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga persaudaraan dan kerukunan.
“Mari rayakan dengan sederhana, jauhkan dari pesta pora, minuman keras, apalagi perjudian. Biarlah hari ini benar-benar menjadi milik Tuhan dan milik kita bersama, untuk membangun suasana damai di Tomohon,” tutur Pdt. Simon.
FKUB juga mengingatkan soal hal teknis. Warga diminta tidak memarkir kendaraan di bahu jalan agar tidak terjadi kemacetan. Pemerintah kelurahan pun diimbau menyiapkan lahan parkir alternatif, bahkan halaman rumah warga bisa dijadikan area parkir sementara.
Lebih dari itu, momen ini diyakini sebagai kesempatan memperkuat identitas Tomohon sebagai kota yang hidup dari toleransi. “Pengucapan Syukur ini harus menjadi ruang di mana semua umat bisa merasa terlibat. Bukan hanya soal makanan di meja, tapi tentang kerukunan yang kita rawat,” tambah Ketua FKUB.
Dengan semangat itu, 24 Agustus mendatang dipastikan bukan hanya jadi hari perayaan iman, tapi juga ajang membuktikan bahwa masyarakat Tomohon mampu merayakan syukur dengan rukun, damai, dan penuh kebersamaan. (sob)