TOMOHON-SM. Wali Kota Caroll J.A. Senduk tidak sedang berbicara basa-basi. Di hadapan proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025, ia mengirim pesan yang jelas dan tanpa ruang kompromi, anggaran harus bekerja sepenuhnya untuk rakyat, bukan sekadar mengisi laporan tahunan.
Peringatan itu ia lontarkan seiring dinamika pembahasan yang kini berlangsung antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD Kota Tomohon. Bagi Caroll Senduk, APBD Perubahan bukan instrumen administratif biasa, melainkan mesin penggerak yang menentukan apakah program-program prioritas benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat atau hanya berhenti pada retorika.
“Setiap rupiah punya tanggung jawab moral. Saya minta SKPD memanfaatkannya secara maksimal, transparan, dan tepat sasaran. Jangan ada ruang pemborosan, jangan ada yang main-main,” tegasnya, menekankan nada serius yang jarang ia kompromikan dalam urusan anggaran.
Caroll menekankan bahwa program yang masuk dalam APBD Perubahan harus melewati saringan manfaat yang jelas. Infrastruktur yang dibangun harus terasa bagi warga, pelayanan publik yang ditingkatkan harus memberi kemudahan, dan pemberdayaan masyarakat harus melahirkan kemandirian. “Anggaran ini tidak boleh berhenti pada konsep. Ia harus hadir nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan tersebut bukan sekadar instruksi, melainkan juga sebuah pengingat bahwa keuangan daerah adalah wajah kepercayaan publik. Salah kelola, kredibilitas pemerintah bisa runtuh. Karena itu, ia menekankan kembali pentingnya tanggung jawab penuh dalam setiap tahap pengelolaan.
Bagi Caroll, momentum perubahan anggaran 2025 adalah ruang strategis untuk menunjukkan arah kepemimpinan yang berpihak pada warga. Sebuah ruang di mana SKPD tidak hanya dituntut bekerja, tetapi juga ditantang untuk membuktikan kapasitasnya. “Tugas kita adalah menjawab kepercayaan masyarakat. Dan kepercayaan itu hanya bisa dirawat dengan kerja yang nyata,” ujarnya menutup penegasan.